Ermethasone
Dexamethasone
Ermethasone adalah kortikosteroid sintetik golongan glukokortikoid yang mengandung deksametason 0,5 mg per tablet, diproduksi oleh PT Erela. Digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi inflamasi berat, penyakit alergi, penyakit autoimun, dan kondisi yang memerlukan supresi imun.
Ermethasone Obat untuk Apa?
Kondisi alergi berat (asma akut, dermatitis atopik berat, urtikaria berat)
Penyakit autoimun (lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid aktif)
Edema serebral akibat tumor atau trauma
Kelainan hematologi (trombositopenia idiopatik, anemia hemolitik autoimun)
Insufisiensi adrenal primer dan sekunder
Penyakit radang usus (kolitis ulseratif, penyakit Crohn)
Kondisi inflamasi akut sendi dan jaringan lunak
Premedikasi mual-muntah akibat kemoterapi
Percepatan pematangan paru janin pada ancaman persalinan prematur
Mekanisme Kerja
Deksametason berikatan dengan reseptor glukokortikoid (GR) intraseluler membentuk kompleks ligan-reseptor yang translokasi ke nukleus dan memodulasi transkripsi gen melalui glukokortikoid response elements (GRE). Mekanisme ini menekan sintesis enzim fosfolipase A2, mengurangi produksi mediator inflamasi (prostaglandin, leukotrien, PAF), menekan ekspresi sitokin proinflamasi (IL-1, IL-6, TNF-alfa), dan menurunkan permeabilitas kapiler. Deksametason juga menghambat migrasi leukosit, menstabilkan membran lisosom, dan menekan respons imun seluler maupun humoral.
Bentuk Sediaan & Produsen
Dexamethasone Generik (berbagai produsen Indonesia)
Oradexon (Organon/MSD)
Lanadexon (Lapi Laboratories)
Cortidex (Fahrenheit)
Dosis Ermethasone & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Anti-inflamasi/imunosupresi: 0.5-9 mg per hari dalam dosis terbagi, disesuaikan kondisi dan respons klinis
- Kondisi ringan-sedang: 0.5-3 mg, 2-4 kali sehari
- Kondisi berat: dosis lebih tinggi sesuai petunjuk dokter
- Dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) setelah respons klinis tercapai
Dosis anak-anak
- Anak 1-12 tahun: 0.08-0.3 mg/kgBB per hari dibagi dalam 1-4 dosis sesuai kondisi
- Croup akut: 0.15-0.6 mg/kgBB dosis tunggal, maksimum 10 mg
- Neonatus: tidak dianjurkan penggunaan rutin karena risiko gangguan neurodevelopment
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: gunakan dosis efektif terendah dengan pemantauan ketat; risiko osteoporosis, hiperglikemia, dan efek samping lebih tinggi
- Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis, pantau retensi cairan dan elektrolit
- Gangguan hati berat: gunakan hati-hati, metabolisme mungkin terganggu
Tablet sebaiknya diminum bersama makanan atau susu untuk mengurangi iritasi lambung. Gunakan pada jam yang sama setiap hari agar kadar plasma stabil. Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak setelah pemakaian lebih dari 2 minggu; dosis harus diturunkan bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter.
Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko supresi adrenal, osteoporosis, hiperglikemia, dan imunosupresi. Penghentian mendadak setelah terapi lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut (krisis adrenal). Turunkan dosis secara bertahap sesuai panduan klinis.
Efek Samping Ermethasone
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Peningkatan nafsu makan dan berat badan
- Retensi cairan dan edema perifer
- Hiperglikemia dan gangguan toleransi glukosa
- Insomnia dan gangguan tidur
- Perubahan suasana hati (mood swings, iritabilitas)
Jarang — 1–10% pasien
- Osteoporosis pada penggunaan jangka panjang
- Katarak subkapsular posterior
- Peningkatan tekanan intraokular (glaukoma steroid)
- Infeksi oportunistik (kandida, TBC reaktivasi)
- Miopati steroid (kelemahan otot proksimal)
Langka namun serius (<1% pasien)
- Nekrosis avaskular tulang (terutama kaput femur)
- Psikosis steroid (depresi berat, mania, halusinasi)
- Sindrom Cushing iatrogenik pada penggunaan lama
- Insufisiensi adrenal akut akibat penghentian mendadak
Gejala infeksi serius yang tertutupi (demam tinggi persisten, tanda-tanda sepsis)
Nyeri tulang berat mendadak atau fraktur spontan
Gangguan penglihatan mendadak
Gangguan mental ekstrem atau gejala psikotik baru
Kelemahan ekstrem, hipotensi, mual-muntah berat (tanda krisis adrenal)
Kontraindikasi Ermethasone
- Infeksi jamur sistemik yang tidak diobati
- Hipersensitivitas terhadap deksametason atau komponen formulasi
- Pemberian vaksin hidup pada pasien dengan imunosupresi dosis tinggi
- Tukak peptik aktif (kontraindikasi relatif, pertimbangkan profilaksis PPI)
Gunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes melitus, hipertensi, osteoporosis, tukak lambung, glaukoma, infeksi aktif, atau riwayat gangguan psikiatri. Pantau kadar gula darah secara teratur pada penderita diabetes. Pasien yang menerima terapi deksametason jangka panjang direkomendasikan mendapat suplemen kalsium 1000-1500 mg per hari dan vitamin D 800 IU per hari untuk mencegah osteoporosis. Waspada terhadap tanda-tanda infeksi yang mungkin tertutupi efek imunosupresif.
Interaksi Ermethasone dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Ermethasone.
- NSAID (aspirin, ibuprofen, natrium diklofenak) — meningkatkan risiko ulkus peptikum dan perdarahan saluran cerna
- Antidiabetik (insulin, metformin, sulfonilurea) — deksametason meningkatkan glukosa darah, menurunkan efektivitas antidiabetik
- Vaksin hidup (MMR, varisela, BCG) — risiko infeksi sistemik berat pada pasien imunosupresi
- Rifampisin, fenitoin, karbamazepin — induksi CYP3A4 menurunkan kadar deksametason hingga 50%
- Siklosporin — inhibisi CYP3A4 mutual meningkatkan kadar kedua obat
- Warfarin dan antikoagulan oral — efek antikoagulan tidak dapat diprediksi
- Diuretik tiazid dan loop — meningkatkan risiko hipokalemia
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, terhindar dari kelembapan, panas berlebih, dan cahaya matahari langsung.
- Simpan Ermethasone dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Ermethasone di Apotek
Tersedia di apotek dengan resep dokter; harga generik mulai Rp 200 per tablet, merek branded Rp 2.000-5.000 per strip isi 10 tablet.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
MIMS Indonesia 2024
ISO Indonesia Vol. 51
BNF (British National Formulary) 2024
Pedoman Penggunaan Kortikosteroid PERDOSKI 2022