Ermethasone
Dexamethasone
Ermethasone Obat Apa?
Ermethasone adalah kortikosteroid sintetik golongan glukokortikoid yang mengandung deksametason 0,5 mg per tablet. Digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi inflamasi berat, penyakit alergi, penyakit autoimun, dan kondisi yang memerlukan supresi imun.
Indikasi Ermethasone
- Kondisi alergi berat (asma akut, dermatitis atopik berat, urtikaria berat)
- Penyakit autoimun (lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid aktif)
- Edema serebral akibat tumor atau trauma
- Kelainan hematologi (trombositopenia idiopatik, anemia hemolitik autoimun)
- Insufisiensi adrenal primer dan sekunder
- Penyakit radang usus (kolitis ulseratif, penyakit Crohn)
- Kondisi inflamasi akut sendi dan jaringan lunak
- Premedikasi mual-muntah akibat kemoterapi
- Percepatan pematangan paru janin pada ancaman persalinan prematur
Dosis Ermethasone
Dewasa- Anti-inflamasi/imunosupresi: 0.5-9 mg per hari dalam dosis terbagi, disesuaikan kondisi dan respons klinis
- Kondisi ringan-sedang: 0.5-3 mg, 2-4 kali sehari
- Kondisi berat: dosis lebih tinggi sesuai petunjuk dokter
- Dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) setelah respons klinis tercapai
- Anak 1-12 tahun: 0.08-0.3 mg/kgBB per hari dibagi dalam 1-4 dosis sesuai kondisi
- Croup akut: 0.15-0.6 mg/kgBB dosis tunggal, maksimum 10 mg
- Neonatus: tidak dianjurkan penggunaan rutin karena risiko gangguan neurodevelopment
- Lansia: gunakan dosis efektif terendah dengan pemantauan ketat; risiko osteoporosis, hiperglikemia, dan efek samping lebih tinggi
- Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis, pantau retensi cairan dan elektrolit
- Gangguan hati berat: gunakan hati-hati, metabolisme mungkin terganggu
Aturan Pakai
Tablet sebaiknya diminum bersama makanan atau susu untuk mengurangi iritasi lambung. Gunakan pada jam yang sama setiap hari agar kadar plasma stabil. Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak setelah pemakaian lebih dari 2 minggu; dosis harus diturunkan bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter.
Peringatan & Perhatian
- Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko supresi adrenal, osteoporosis, hiperglikemia, dan imunosupresi. Penghentian mendadak setelah terapi lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut (krisis adrenal). Turunkan dosis secara bertahap sesuai panduan klinis.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Infeksi jamur sistemik yang tidak diobati
- Hipersensitivitas terhadap deksametason atau komponen formulasi
- Pemberian vaksin hidup pada pasien dengan imunosupresi dosis tinggi
- Tukak peptik aktif (kontraindikasi relatif, pertimbangkan profilaksis PPI)
Efek Samping Ermethasone
- Peningkatan nafsu makan dan berat badan
- Retensi cairan dan edema perifer
- Hiperglikemia dan gangguan toleransi glukosa
- Insomnia dan gangguan tidur
- Perubahan suasana hati (mood swings, iritabilitas)
Interaksi Obat
- NSAID (aspirin, ibuprofen, natrium diklofenak) — meningkatkan risiko ulkus peptikum dan perdarahan saluran cerna
- Antidiabetik (insulin, metformin, sulfonilurea) — deksametason meningkatkan glukosa darah, menurunkan efektivitas antidiabetik
- Vaksin hidup (MMR, varisela, BCG) — risiko infeksi sistemik berat pada pasien imunosupresi
- Rifampisin, fenitoin, karbamazepin — induksi CYP3A4 menurunkan kadar deksametason hingga 50%
- Siklosporin — inhibisi CYP3A4 mutual meningkatkan kadar kedua obat
- Warfarin dan antikoagulan oral — efek antikoagulan tidak dapat diprediksi
- Diuretik tiazid dan loop — meningkatkan risiko hipokalemia
Detail Produk
Dexamethasone Generik (berbagai produsen Indonesia)
Oradexon (Organon/MSD)
Lanadexon (Lapi Laboratories)
Cortidex (Fahrenheit)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, terhindar dari kelembapan, panas berlebih, dan cahaya matahari langsung.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Gejala infeksi serius yang tertutupi (demam tinggi persisten, tanda-tanda sepsis)
- Nyeri tulang berat mendadak atau fraktur spontan
- Gangguan penglihatan mendadak
- Gangguan mental ekstrem atau gejala psikotik baru
- Kelemahan ekstrem, hipotensi, mual-muntah berat (tanda krisis adrenal)
Referensi
- PIONAS BPOM
- MIMS Indonesia 2024
- ISO Indonesia Vol. 51
- BNF (British National Formulary) 2024
- Pedoman Penggunaan Kortikosteroid PERDOSKI 2022
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.