Erlamycetin Tetes Telinga
Kloramfenikol
Erlamycetin Tetes Telinga Obat Apa?
Erlamycetin Tetes Telinga adalah sediaan tetes telinga yang mengandung kloramfenikol sebagai zat aktif antibiotik spektrum luas untuk mengatasi infeksi bakteri pada telinga luar dan tengah.
Indikasi Erlamycetin Tetes Telinga
- Otitis eksterna (infeksi telinga luar) akibat bakteri sensitif
- Otitis media supuratif kronis (OMSK) dengan perforasi membran timpani
- Infeksi bakteri pada saluran telinga yang disebabkan organisme sensitif kloramfenikol
Dosis Erlamycetin Tetes Telinga
Dewasa- 3-4 tetes diteteskan ke dalam telinga yang sakit, 3-4 kali sehari selama 7-10 hari sesuai petunjuk dokter atau apoteker
- Anak di atas 2 tahun: 2-3 tetes diteteskan ke dalam telinga yang sakit, 3 kali sehari
- Anak di bawah 2 tahun: tidak direkomendasikan tanpa pengawasan dokter
- Gangguan fungsi hati: gunakan dengan hati-hati, pantau kondisi pasien
- Lansia: gunakan dengan hati-hati dan perhatikan kondisi kulit saluran telinga
- Pasien dengan riwayat hipersensitivitas: kontraindikasi
Aturan Pakai
Bersihkan dan keringkan saluran telinga terlebih dahulu sebelum meneteskan obat. Miringkan kepala ke samping sehingga telinga yang sakit menghadap ke atas. Tarik daun telinga ke atas dan ke belakang untuk meluruskan saluran telinga. Teteskan sejumlah dosis yang dianjurkan, kemudian tetap dalam posisi miring selama 2-3 menit agar obat meresap. Lakukan hal yang sama pada telinga lain jika diperlukan. Jangan menyentuh ujung penetes ke telinga atau permukaan lain untuk mencegah kontaminasi.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Penggunaan jangka panjang (lebih dari 14 hari) tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko resistensi dan efek samping sistemik. Hentikan pemakaian jika terjadi reaksi alergi.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap kloramfenikol atau komponen lain dalam sediaan
- Infeksi jamur atau virus pada telinga
- Perforasi membran timpani tanpa pengawasan dokter (relatif)
- Bayi prematur dan neonatus
Efek Samping Erlamycetin Tetes Telinga
- Iritasi lokal pada saluran telinga
- Rasa terbakar atau menyengat sementara setelah pemakaian
- Rasa gatal pada telinga
Interaksi Obat
- Obat tetes telinga lain yang digunakan bersamaan dapat mengurangi efektivitas (jeda penggunaan minimal 15 menit)
- Penggunaan bersamaan kortikosteroid topikal dapat meningkatkan risiko superinfeksi jamur
- Antikoagulan oral (warfarin): kloramfenikol dapat menghambat metabolisme warfarin jika terjadi absorpsi sistemik
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, terlindung dari cahaya langsung dan panas. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan dibekukan. Buang sisa obat 30 hari setelah botol pertama kali dibuka.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter jika terjadi: ruam atau kemerahan yang meluas di sekitar telinga, pembengkakan wajah atau bibir, kesulitan bernapas, demam tinggi yang tidak membaik, penurunan pendengaran yang tiba-tiba, atau keluarnya cairan berdarah dari telinga
Referensi
- BPOM RI - Informasi Produk Erlamycetin Tetes Telinga
- Katzung BG. Basic and Clinical Pharmacology. 14th ed. McGraw-Hill, 2018.
- MIMS Indonesia - Kloramfenikol Tetes Telinga
- ISO Indonesia - Informasi Spesialite Obat
- Sweetman SC (ed). Martindale: The Complete Drug Reference. 38th ed. Pharmaceutical Press, 2014.
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.