Dexamethasone
Dexamethasone
Dexamethasone Obat Apa?
Dexamethasone adalah kortikosteroid sintetik golongan glukokortikoid yang memiliki efek antiinflamasi dan imunosupresan kuat. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, reaksi alergi berat, penyakit autoimun, dan sebagai terapi tambahan pada beberapa infeksi berat termasuk COVID-19 dengan kondisi kritis.
Dosis Dexamethasone
Dewasa- Kondisi inflamasi ringan-sedang: 0,5-9 mg per hari dalam dosis terbagi
- Edema serebral: 10 mg IV dosis awal, dilanjutkan 4 mg setiap 6 jam
- COVID-19 berat (rawat inap): 6 mg sekali sehari selama 10 hari atau sampai keluar rumah sakit
- Syok septik: 20 mg IV per hari selama 4 hari, kemudian 10 mg per hari selama 3 hari
- Anak: 0,08-0,3 mg/kg/hari dibagi dalam 6-12 jam (tergantung kondisi klinis)
- Edema serebral pada anak: 0,5-1 mg/kg dosis awal IV, dilanjutkan 0,25-0,5 mg/kg setiap 6 jam
- Dosis harus selalu disesuaikan oleh dokter berdasarkan berat badan dan kondisi klinis
- Lansia: gunakan dosis efektif terendah dengan pemantauan ketat terhadap efek samping
- Gagal ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis namun pantau dengan ketat
- Gagal hati: gunakan dengan hati-hati, penyesuaian dosis mungkin diperlukan karena metabolisme terganggu
Aturan Pakai
Dexamethasone tablet diminum bersama makanan atau susu untuk mengurangi iritasi lambung. Untuk penggunaan jangka panjang, minum pada pagi hari mengikuti ritme alami kortisol tubuh. Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa petunjuk dokter karena memerlukan penurunan dosis secara bertahap (tapering). Ikuti instruksi dokter secara ketat mengenai jadwal dan dosis.
Peringatan & Perhatian
- Jangan hentikan penggunaan secara tiba-tiba setelah penggunaan lebih dari 2 minggu — harus dilakukan penurunan dosis secara bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter
- Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin
- Pantau kadar gula darah secara rutin terutama pada pasien diabetes atau yang berisiko diabetes
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap dexamethasone atau kortikosteroid lainnya
- Infeksi jamur sistemik yang tidak terkontrol
- Vaksin hidup (jangan diberikan bersamaan)
- Pasien dengan psikosis tidak terkontrol
Efek Samping Dexamethasone
- Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia)
- Peningkatan tekanan darah
- Perubahan suasana hati (euforia, depresi, iritabilitas)
- Insomnia
- Peningkatan nafsu makan dan berat badan
- Nyeri lambung atau tukak lambung
- Kulit menipis dan mudah memar
- Wajah membulat (moon face) pada penggunaan jangka panjang
- Osteoporosis pada penggunaan jangka panjang
- Peningkatan risiko infeksi
Interaksi Obat
- NSAID (ibuprofen, aspirin): meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan saluran cerna
- Antikoagulan (warfarin): dexamethasone dapat mengurangi efek antikoagulan
- Antidiabetik (insulin, metformin): dexamethasone meningkatkan kadar gula darah, perlu penyesuaian dosis antidiabetik
- Antihipertensi: dexamethasone dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi
- Diuretik (furosemid, tiazid): peningkatan risiko hipokalemia
- Rifampisin, fenitoin, fenobarbital: menurunkan kadar dexamethasone dalam darah
- Vaksin hidup (campak, cacar air): jangan gunakan bersamaan, risiko infeksi serius
- Ketokonazol, itrakonazol: meningkatkan kadar dexamethasone dalam darah
- Mifepristone: antagonis efek dexamethasone
Detail Produk Dexamethasone
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya langsung; untuk larutan injeksi simpan pada suhu 2-25°C dan jangan dibekukan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Tanda-tanda infeksi berat mendadak: demam tinggi, menggigil, lemas ekstrem setelah menghentikan obat
- Insufisiensi adrenal: kelelahan ekstrem, mual-muntah, nyeri perut, tekanan darah sangat rendah setelah penghentian mendadak
- Reaksi alergi parah: sesak napas, bengkak wajah/tenggorokan, ruam parah
- Gangguan penglihatan mendadak (risiko katarak atau glaukoma)
- Perdarahan lambung: muntah darah atau BAB berwarna hitam
- Gejala psikiatri berat: kebingungan ekstrem, halusinasi, perilaku tidak biasa
FAQ
Referensi
- PIONAS BPOM. Deksametason. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://pionas.pom.go.id
- MIMS Indonesia 2024. Dexamethasone Drug Information.
- Drugs.com. Dexamethasone: Drug Information. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.drugs.com/dexamethasone.html
- WHO. Corticosteroids for COVID-19 — Living guidance. September 2020.
- ISO Indonesia Vol. 51
- Medscape. Dexamethasone (Rx). [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://reference.medscape.com/drug/decadron-dexamethasone-342741
- BPOM RI. Cek Produk BPOM. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.