Acetram
Tramadol Hydrochloride + Paracetamol (Acetaminophen)
Acetram Obat Apa?
Acetram adalah obat pereda nyeri kombinasi yang mengandung Tramadol HCl 37,5 mg dan Paracetamol 325 mg per tablet salut selaput. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat, seperti nyeri pascaoperasi, nyeri otot, nyeri haid, sakit kepala, dan sakit gigi, dengan cara kerja ganda: tramadol menghambat transmisi nyeri melalui reseptor opioid, sedangkan paracetamol bekerja sebagai analgesik dan antipiretik.
Dosis Acetram
Dewasa- Nyeri sedang hingga berat: 1-2 tablet setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.
- Dosis maksimal: 8 tablet (300 mg tramadol / 2600 mg paracetamol) per hari.
- Nyeri akut jangka pendek: 2 tablet setiap 4-6 jam; dosis maksimal 8 tablet per hari.
- Gunakan dosis efektif terendah dan durasi terapi sesingkat mungkin (dianjurkan tidak lebih dari 5 hari untuk nyeri akut).
- Tidak diindikasikan pada anak dan remaja di bawah 18 tahun
- keamanan dan efektivitas belum ditetapkan.
- Lansia (usia > 75 tahun): gunakan dengan hati-hati; pertimbangkan penurunan dosis dan pemantauan ketat terhadap efek samping SSP dan pernapasan.
- Gagal ginjal (klirens kreatinin < 30 mL/menit): perpanjang interval dosis menjadi 12 jam; dosis maksimal 4 tablet per hari.
- Gagal hati berat: kontraindikasi; tidak direkomendasikan.
Aturan Pakai
Telan tablet Acetram secara utuh bersama segelas penuh air putih; jangan dikunyah, dibelah, atau dihancurkan. Obat dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Konsumsi secara teratur pada waktu yang sama setiap hari sesuai anjuran dokter. Jika lupa meminum obat, segera minum begitu teringat selama jeda dengan dosis berikutnya masih lebih dari 4 jam; jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis. Jangan mengonsumsi alkohol selama pengobatan. Hanya digunakan berdasarkan resep dokter.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis maksimal 8 tablet (300 mg tramadol / 2600 mg paracetamol) per hari dari semua sumber obat yang mengandung tramadol atau paracetamol.
- Hindari penggunaan lebih dari 5 hari untuk nyeri akut tanpa evaluasi ulang dokter.
- Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang karena dapat menimbulkan gejala putus obat (withdrawl); lakukan tapering dosis secara bertahap di bawah pengawasan dokter.
- Perhatikan total asupan paracetamol dari semua obat kombinasi yang dikonsumsi bersamaan untuk menghindari overdosis.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Berpengaruh
Jangan mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas (alergi) terhadap tramadol, paracetamol, atau komponen lain dalam formula.
- Penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari setelah penghentian obat golongan MAOI.
- Intoksikasi akut oleh alkohol, hipnotik, analgesik opioid, atau obat psikotropik lain.
- Gagal hati berat.
- Epilepsi yang tidak terkontrol dengan terapi.
- Depresi pernapasan yang berat atau kondisi asma akut.
- Pasien yang mengonsumsi obat serotonergik lain yang dapat memicu sindrom serotonin.
- Ibu hamil (terutama menjelang persalinan) dan ibu menyusui.
Efek Samping Acetram
- Mual dan muntah (efek samping paling sering dilaporkan).
- Pusing dan sakit kepala.
- Mengantuk dan sedasi.
- Sembelit (konstipasi).
- Mulut kering.
- Berkeringat berlebihan.
- Gatal pada kulit dan ruam.
- Gangguan pencernaan seperti sakit perut dan dispepsia.
- Kelelahan dan rasa lemah.
- Penggunaan jangka panjang atau dosis berlebih paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati (hepatotoksisitas) dan kerusakan ginjal (nefrotoksisitas).
- Tramadol dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan gejala putus obat jika dihentikan tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang.
Interaksi Obat
- Obat golongan MAOI (misalnya isocarboxazid, phenelzine, tranylcypromine): kombinasi dapat memicu krisis hipertensif, kejang, dan sindrom serotonin yang mengancam jiwa; hindari penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari setelah penghentian MAOI.
- SSRI dan SNRI (misalnya fluoxetine, sertraline, venlafaxine): meningkatkan risiko sindrom serotonin, kejang, dan efek samping SSP.
- Antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline): meningkatkan risiko kejang dan sindrom serotonin akibat sinergi pada jalur serotonergik.
- Warfarin dan antikoagulan oral: paracetamol dapat meningkatkan efek antikoagulan secara bermakna dan meningkatkan risiko perdarahan; pantau INR secara ketat.
- Karbamazepin: dapat menurunkan kadar tramadol dalam darah melalui induksi enzim CYP3A4, serta meningkatkan risiko kerusakan hati karena metabolit toksik paracetamol.
- Fenobarbital dan fenitoin (induktor enzim): mempercepat metabolisme paracetamol menjadi metabolit hepatotoksik; meningkatkan risiko kerusakan hati pada penggunaan dosis tinggi.
- Opioid lain, benzodiazepin, dan depresan SSP: meningkatkan risiko depresi pernapasan, sedasi berlebihan, dan kematian.
- Alkohol: meningkatkan risiko hepatotoksisitas paracetamol dan memperkuat efek depresan SSP tramadol.
- Simetidin: dapat meningkatkan bioavailabilitas tramadol dengan menghambat metabolisme hepatik.
- Obat serotonergik lain (triptans, linezolid, methylene blue): meningkatkan risiko sindrom serotonin.
Detail Produk
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C, terlindung dari kelembapan dan paparan sinar matahari langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak; tablet salut selaput yang blisternya sudah dibuka dapat digunakan hingga 6 bulan jika sisa masa kedaluwarsa masih lebih dari 1 tahun.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Sesak napas, napas sangat lambat atau dangkal, atau berhenti bernapas (tanda overdosis opioid) — hubungi 112/119 segera.
- Kejang atau kaku otot seluruh tubuh.
- Penurunan kesadaran, pingsan, atau sulit dibangunkan.
- Nyeri perut kanan atas yang parah disertai mual dan muntah hebat dan kulit atau mata menguning (tanda kerusakan hati akibat overdosis paracetamol).
- Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur, disertai agitasi, demam tinggi, dan tremor (tanda sindrom serotonin).
- Reaksi alergi berat: ruam melepuh, pembengkakan wajah atau tenggorokan, kesulitan menelan.
- Gejala putus obat berat setelah penghentian mendadak: gelisah ekstrem, diare, muntah, nyeri seluruh tubuh.
FAQ
Referensi
- Pharos Indonesia. ACETRAM 37.5/325 mg FC Tablet. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.pharos.co.id/acetram-37.5/325-mg-fc-tablet
- MIMS Indonesia. Acetram Dosage & Drug Information. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acetram
- BPOM RI. Cek Produk. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
- ISO Indonesia Vol. 51. ISFI Penerbitan.
- MIMS Indonesia 2024. Tramadol + Paracetamol.
- Drugs.com. Tramadol and Acetaminophen. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.drugs.com/tramadol_acetaminophen.html
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.