Bintamox 500
Amoxicillin
Bintamox 500 adalah antibiotik golongan penisilin yang mengandung amoxicillin 500 mg per kapsul, diproduksi oleh PT Interbat. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran kemih, kulit dan jaringan lunak, serta infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap amoxicillin.
Bintamox 500 Obat untuk Apa?
Infeksi saluran pernapasan atas (faringitis, tonsilitis, sinusitis, otitis media)
Infeksi saluran pernapasan bawah (bronkitis, pneumonia)
Infeksi saluran kemih (sistitis, uretritis)
Infeksi kulit dan jaringan lunak
Infeksi saluran cerna
Eradikasi Helicobacter pylori (dalam kombinasi dengan obat lain)
Pencegahan endokarditis bakterial pada prosedur gigi
Mekanisme Kerja
Amoxicillin bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri. Obat ini berikatan dengan penicillin-binding proteins (PBPs) yang terletak di membran dalam dinding sel bakteri, sehingga menghambat tahap transpeptidasi (cross-linking) dalam sintesis peptidoglikan. Akibatnya, dinding sel bakteri menjadi lemah dan bakteri mengalami lisis osmotik serta kematian. Amoxicillin bersifat bakterisidal dan memiliki spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.
Bentuk Sediaan & Produsen
Dosis Bintamox 500 & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Infeksi ringan hingga sedang: 500 mg setiap 8 jam atau 3 kali sehari
- Infeksi berat: 500 mg - 1000 mg setiap 8 jam
- Eradikasi H. pylori: 1000 mg dua kali sehari selama 7-14 hari (dikombinasikan dengan PPI dan klaritromisin)
- Pencegahan endokarditis: 2000 mg dosis tunggal, 30-60 menit sebelum prosedur
Dosis anak-anak
- Anak di bawah 40 kg: 20-40 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis (setiap 8 jam)
- Infeksi ringan-sedang: 25 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
- Infeksi berat: 40-45 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
- Anak di atas 40 kg: dosis sama dengan dewasa
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Gangguan ginjal (ClCr 10-30 mL/menit): 500 mg setiap 12 jam
- Gangguan ginjal berat (ClCr kurang dari 10 mL/menit): 500 mg setiap 24 jam
- Pasien hemodialisis: dosis tambahan 500 mg diberikan selama dan setelah dialisis
- Lansia: tidak perlu penyesuaian dosis kecuali ada gangguan ginjal
Kapsul ditelan utuh dengan segelas air putih. Dapat diminum sebelum, saat, atau sesudah makan karena absorpsi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh makanan. Dianjurkan diminum pada interval waktu yang teratur (setiap 8 jam) untuk menjaga kadar obat dalam darah tetap stabil. Habiskan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik.
Jangan melebihi dosis maksimal dewasa yaitu 3000 mg per hari kecuali atas instruksi dokter. Pada gangguan ginjal, dosis harus disesuaikan untuk menghindari akumulasi obat. Jika lupa satu dosis, segera minum saat ingat, namun jika sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
Efek Samping Bintamox 500
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Diare
- Mual
- Muntah
- Ruam kulit (rash)
- Sakit perut
Jarang — 1–10% pasien
- Kandidiasis oral atau vaginal
- Sakit kepala
- Urtikaria (biduran)
- Peningkatan enzim hati sementara
Langka namun serius (<1% pasien)
- Reaksi anafilaksis
- Kolitis pseudomembran (Clostridioides difficile-associated diarrhea)
- Sindrom Stevens-Johnson
- Nekrolisis epidermal toksik
- Anemia hemolitik
- Kejang (terutama pada dosis tinggi atau gangguan ginjal)
- Nefritis interstisial
Ruam kulit luas, gatal hebat, atau bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan yang menandakan reaksi alergi berat (anafilaksis)
Kesulitan bernapas atau mengi
Diare berat, berair, atau berdarah yang mungkin terjadi selama atau setelah pengobatan (tanda kolitis pseudomembran)
Kulit mengelupas atau luka pada mukosa mulut
Kuning pada kulit atau mata (ikterus)
Urin sangat gelap atau jumlah urin sangat berkurang
Kontraindikasi Bintamox 500
- Hipersensitivitas atau alergi terhadap amoxicillin, penisilin, atau antibiotik beta-laktam lainnya
- Riwayat reaksi anafilaksis terhadap antibiotik penisilin
- Riwayat kolestasis hepatik atau gangguan fungsi hati yang berhubungan dengan penggunaan amoxicillin sebelumnya
- Mononukleosis infeksiosa (risiko tinggi ruam makulopapular)
Informasikan dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap penisilin, sefalosporin, atau antibiotik beta-laktam lainnya. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan penyesuaian dosis. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan superinfeksi oleh organisme yang resisten termasuk jamur. Pasien diabetes perlu waspada karena amoxicillin dapat menyebabkan hasil positif palsu pada tes glukosa urin. Pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan darah berkala dianjurkan pada penggunaan jangka panjang.
Interaksi Bintamox 500 dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Bintamox 500.
- Methotrexate: amoxicillin dapat meningkatkan kadar methotrexate dalam darah sehingga meningkatkan toksisitas
- Warfarin dan antikoagulan oral: amoxicillin dapat meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan, perlu monitoring INR
- Probenecid: menghambat ekskresi renal amoxicillin sehingga meningkatkan kadar dalam darah
- Allopurinol: penggunaan bersamaan meningkatkan risiko ruam kulit
- Kontrasepsi oral: amoxicillin dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi hormonal oral
- Antibiotik bakteriostatik (tetracycline, chloramphenicol): dapat mengurangi efek bakterisidal amoxicillin
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan digunakan setelah melewati tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.
- Simpan Bintamox 500 dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Bintamox 500 di Apotek
Harga yang tercantum adalah kisaran harga per strip berisi 10 kapsul di pasaran Indonesia. Obat ini memerlukan resep dokter.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
Farmakope Indonesia Edisi VI
British National Formulary (BNF) 84th Edition
MIMS Indonesia
Drug Information Handbook, Lexicomp 2024
Pedoman Penggunaan Antibiotik Kementerian Kesehatan RI