

Guaifenesin
Guaifenesin


Guaifenesin Obat Apa?
Guaifenesin adalah obat ekspektoran yang digunakan untuk mengencerkan dan memudahkan pengeluaran dahak pada saluran pernapasan, sehingga batuk menjadi lebih produktif dan tenggorokan terasa lega.
Dosis Guaifenesin
Dewasa- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 200-400 mg setiap 4-6 jam, maksimal 2400 mg per hari
- Tablet lepas lambat: 600-1200 mg setiap 12 jam, maksimal 2400 mg per hari
- Anak usia 6-12 tahun: 100-200 mg setiap 4 jam, maksimal 1200 mg per hari
- Anak usia 2-5 tahun: 50-100 mg setiap 4 jam, maksimal 600 mg per hari
- Anak usia di bawah 2 tahun: tidak dianjurkan tanpa rekomendasi dokter
- Lansia: gunakan dosis minimal efektif karena risiko dehidrasi lebih tinggi; penyesuaian dosis tidak secara khusus diperlukan namun pemantauan dianjurkan
- Gagal ginjal: belum ada data penyesuaian dosis yang ditetapkan secara resmi; gunakan dengan hati-hati
- Gagal hati: gunakan dengan hati-hati; konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan
Aturan Pakai
Guaifenesin diminum melalui mulut bersama segelas penuh air putih (minimal 240 mL) untuk membantu mengencerkan lendir dan meningkatkan efektivitas obat. Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Hindari berbaring segera setelah minum obat. Kocok terlebih dahulu sebelum menuang sediaan sirup. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet lepas lambat.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas (alergi) terhadap guaifenesin atau komponen lain dalam sediaan
- Batuk kronis akibat asma, emfisema, atau bronkitis kronis tanpa pengawasan dokter
- Anak usia di bawah 2 tahun (tanpa rekomendasi dokter)
Efek Samping Guaifenesin
- Mual dan muntah ringan
- Pusing atau sakit kepala
- Mengantuk ringan
- Nyeri perut atau ketidaknyamanan lambung
- Ruam kulit (jarang)
- Batu ginjal (pada penggunaan dosis tinggi jangka panjang)
Interaksi Obat
- Tidak ada interaksi obat yang signifikan secara klinis yang terdokumentasi luas, namun perhatikan hal berikut:
- Obat penekan batuk (Kodein, Dekstrometorfan): kombinasi dengan antitusif dapat mengurangi efektivitas pengeluaran dahak karena terjadi hambatan refleks batuk
- Antikoagulan (Warfarin): beberapa laporan menyebutkan guaifenesin dosis tinggi dapat mempengaruhi agregasi platelet; pantau INR secara berkala
- Alkohol: meningkatkan efek sedasi ringan dan risiko gangguan pencernaan
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan antara 15-30 derajat Celsius, di tempat kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- PIONAS BPOM Indonesia - Guaifenesin (pionas.pom.go.id)
- MIMS Indonesia - Guaifenesin Monograph, edisi terkini
- ISO Indonesia (Informasi Spesialite Obat), volume terkini
- Medscape Drug Reference - Guaifenesin
- American Academy of Pediatrics (AAP) - Cough and Cold Medications in Children
- AHFS Drug Information - Guaifenesin
- Drugs.com - Guaifenesin Drug Information
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.