Cerini 10 mg

Cerini 10 mg

Cetirizine hydrochloride

Obat KerasAntialergiAntihistamin

Cerini Obat Apa?

Cerini 10 mg adalah obat antihistamin generasi kedua yang mengandung cetirizine hydrochloride 10 mg. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi musiman maupun tahunan seperti bersin-bersin, hidung berair, mata gatal dan berair, serta mengatasi urtikaria idiopatik kronis (biduran).

Dosis Cerini

Dewasa
  • Rinitis alergi musiman/perenial dan urtikaria idiopatik kronis: 10 mg sekali sehari
  • Alternatif: 5 mg dua kali sehari jika dosis tunggal 10 mg menimbulkan kantuk berlebih
  • Dosis maksimum: 10 mg per hari
Anak-Anak
  • Anak usia 6-11 tahun: 5 mg sekali sehari atau 2,5 mg dua kali sehari
  • Anak usia 2-5 tahun: 2,5 mg sekali sehari; dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg/hari jika diperlukan
  • Anak di bawah 2 tahun: tidak direkomendasikan untuk sediaan tablet
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: mulai dengan 5 mg sekali sehari, tingkatkan ke 10 mg jika ditoleransi dengan baik
  • Gangguan ginjal ringan (ClCr 50-80 mL/menit): 10 mg sekali sehari (dosis normal)
  • Gangguan ginjal sedang (ClCr 30-50 mL/menit): 5 mg sekali sehari
  • Gangguan ginjal berat (ClCr < 30 mL/menit): 5 mg setiap 2 hari sekali
  • Pasien hemodialisis: 5 mg setiap 3 hari sekali; tidak dianjurkan pada akhir sesi dialisis
  • Gangguan hati berat tanpa gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis

Aturan Pakai

Cerini 10 mg diminum secara oral dengan atau tanpa makanan, ditelan utuh bersama segelas penuh air putih — jangan dihancurkan, dikunyah, atau dibelah kecuali atas petunjuk dokter atau apoteker. Obat dapat diminum kapan saja, namun disarankan pada malam hari untuk meminimalkan efek kantuk di siang hari. Gunakan pada waktu yang sama setiap harinya agar kadar obat dalam darah tetap stabil. Jika dosis terlupakan, minum segera saat teringat; namun jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan jangan menggandakan dosis.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Cerini?
  • Jangan melebihi dosis 10 mg per hari pada orang dewasa
  • Hindari menggandakan dosis jika satu dosis terlewat — cukup lanjutkan dosis berikutnya sesuai jadwal
  • Pada pasien gangguan ginjal, wajib menyesuaikan dosis sebelum memulai terapi
  • Hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping berat

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori B

Relatif aman, pantau dokter

Ibu Menyusui

Hati-hati

Konsultasikan dengan dokter dahulu

Mengemudi

Sedikit Berpengaruh

Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan gunakan Cerini pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap cetirizine, hydroxyzine, piperazin, atau komponen formula manapun dalam sediaan
  • Gagal ginjal stadium akhir (end-stage renal disease) tanpa dialisis
  • Anak di bawah 2 tahun untuk sediaan tablet 10 mg
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol atau depresan SSP kuat tanpa pengawasan medis

Efek Samping Cerini

  • Kantuk dan rasa lelah (somnolens) — lebih jarang dibanding antihistamin generasi pertama
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Mual, nyeri perut, dan gangguan pencernaan
  • Pusing
  • Faringitis (radang tenggorokan)
  • Reaksi hipersensitivitas berat seperti ruam, urtikaria, angioedema, dan anafilaksis (jarang — segera hentikan dan hubungi dokter)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Alkohol: meningkatkan risiko sedasi dan depresi sistem saraf pusat
  • Obat penekan SSP (benzodiazepin, opioid, antipsikotik): potensiasi efek sedasi
  • Ritonavir: meningkatkan kadar cetirizine dalam plasma hingga 42%, pantau efek samping
  • Teofilin dosis tinggi: dapat sedikit menurunkan klirens cetirizine
  • Diuretik dan obat nefrotoksik: dapat meningkatkan toksisitas cetirizine pada pasien gangguan ginjal

Detail Produk

Indikasi UmumCerini diindikasikan untuk meredakan gejala rinitis alergi musiman (hay fever) dan rinitis alergi perenial yang meliputi bersin, hidung berair, hidung tersumbat, serta mata gatal dan berair. Selain itu, Cerini juga digunakan untuk mengatasi urtikaria idiopatik kronis (biduran) dan gatal-gatal akibat reaksi alergi pada kulit.
KomposisiCetirizine hydrochloride 10 mg
Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
Tablet
Rute Pemberian
Oral
PemerianTablet salut selaput berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih hingga putih kekuningan, permukaan halus mengkilap, tidak berbau, dan tidak berasa pahit yang menyengat.
KemasanStrip (10 tablet), Dus (10 strip x 10 tablet)
Harga
Rp 3.000 – Rp 8.000
Perlu resep dokter
ManufakturSanbe
No. Reg. BPOM DKL0303505810A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung serta kelembapan tinggi, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Reaksi alergi berat (anafilaksis): pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan yang menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan
  • Kejang atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba
  • Detak jantung sangat cepat, tidak teratur, atau berdebar-debar kuat
  • Gangguan berkemih berat (retensi urine)
  • Kuning pada kulit atau bagian putih mata (ikterus) yang mengindikasikan kemungkinan gangguan hati
  • Ruam kulit yang meluas, melepuh, atau disertai demam tinggi
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

FAQ

Cerini 10 mg digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin, hidung berair, mata gatal dan berair, serta mengatasi biduran (urtikaria idiopatik kronis) dan gatal akibat alergi kulit.
Cetirizine termasuk antihistamin generasi kedua dengan risiko kantuk lebih rendah dibanding generasi pertama (seperti CTM). Namun sebagian orang tetap dapat merasakan kantuk, terutama pada awal pemakaian atau jika dikombinasikan dengan alkohol.
Untuk anak usia 6-11 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 5 mg sekali sehari. Untuk anak 2-5 tahun, cukup 2,5 mg sekali sehari. Sediaan tablet 10 mg tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 2 tahun. Selalu konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum memberikan obat kepada anak.
Cetirizine masuk kategori kehamilan B, artinya studi pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, namun data pada manusia masih terbatas. Untuk ibu menyusui, cetirizine dapat masuk ke dalam ASI sehingga penggunaan harus atas pertimbangan dokter dengan pemantauan bayi terhadap kemungkinan kantuk.
Cerini dapat digunakan dalam jangka panjang untuk kondisi alergi kronis seperti rinitis alergi perenial atau urtikaria kronis, namun harus di bawah pengawasan dokter. Penggunaan mandiri jangka panjang tanpa evaluasi medis tidak dianjurkan.

Referensi

  1. PIONAS BPOM (Pusat Informasi Obat Nasional). Cetirizine. Tersedia di: https://pionas.pom.go.id
  2. MIMS Indonesia 2024. Cetirizine Hydrochloride Drug Information. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia
  3. Drugs.com. Cetirizine: Dosage, Side Effects, Uses and More. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.drugs.com/cetirizine.html
  4. DailyMed. Cetirizine Hydrochloride 10 mg Tablet. U.S. National Library of Medicine. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov
  5. ISO Indonesia Vol. 52. Informasi Spesialite Obat Indonesia.
  6. European Medicines Agency (EMA). Cetirizine: Summary of Product Characteristics. Tersedia di: https://www.ema.europa.eu
  7. Simons FER, Simons KJ. H1 antihistamines: current status and future directions. World Allergy Organ J. 2008;1(9):145-55. PubMed PMID: 23282311
  8. Cek BPOM. Verifikasi Nomor Izin Edar Cerini 10 mg. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id

Tim Medis

Ditulis oleh

Foto Akmal Bahtiar, S.Si.

Penulis Konten

Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin

Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: Mei 6, 2026