Alphamol

Paracetamol / Acetaminophen

Obat BebasAnalgesikAntipiretik

Alphamol Obat Apa?

Alphamol mengandung paracetamol 500 mg, merupakan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun demam (antipiretik) yang diproduksi oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Aman digunakan untuk berbagai kelompok usia jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Indikasi Alphamol

  • Nyeri ringan hingga sedang (nyeri kepala, nyeri gigi, nyeri otot, nyeri haid)
  • Demam pada dewasa dan anak-anak
  • Nyeri pasca-operasi atau pasca-tindakan medis ringan
  • Nyeri akibat flu dan infeksi saluran napas atas

Dosis Alphamol

Dewasa
  • Tablet 500 mg: 500-1000 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
  • Dosis maksimal: 4000 mg per hari (atau 3000 mg per hari untuk penggunaan rutin jangka panjang)
Anak-Anak
  • Anak 6-12 tahun (tablet): 250-500 mg tiap 4-6 jam; maksimal 4 dosis per hari
  • Anak 1-5 tahun (sirup): 120-250 mg tiap 4-6 jam
  • Bayi 3-12 bulan (sirup): 60-120 mg tiap 4-6 jam
  • Bayi di bawah 3 bulan: hanya atas petunjuk dokter
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: dosis maksimal 3000 mg per hari; pantau fungsi ginjal dan hati secara berkala
  • Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis aktif): hindari atau kurangi dosis; kontraindikasi relatif
  • Gangguan ginjal berat (eGFR < 10 mL/menit): perpanjang interval dosis menjadi tiap 8 jam
  • Peminum alkohol berat: dosis maksimal 2000 mg per hari; risiko hepatotoksisitas meningkat

Aturan Pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Ukur sirup menggunakan sendok takar yang disertakan. Jangan melebihi dosis maksimum yang dianjurkan. Periksa kandungan produk lain yang dikonsumsi bersamaan (obat flu, analgesik kombinasi lain) untuk menghindari dosis ganda paracetamol.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Alphamol?
  • Jangan melebihi 4000 mg paracetamol per hari dari semua sumber. Overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang fatal meskipun gejala awal mungkin ringan. Periksa semua produk obat yang digunakan bersamaan karena banyak obat kombinasi (obat flu, analgesik) juga mengandung paracetamol.

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori B

Relatif aman, pantau dokter

Ibu Menyusui

Aman

Dapat digunakan saat menyusui

Mengemudi

Tidak Berpengaruh

Aman untuk mengemudi

Kontraindikasi

Jangan gunakan Alphamol pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap paracetamol
  • Penyakit hati berat aktif (hepatitis fulminan, sirosis dekompensata)
  • Defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) berat

Efek Samping Alphamol

  • Mual ringan
  • Gangguan pencernaan ringan

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Warfarin — paracetamol dosis tinggi (lebih dari 2 g/hari) jangka panjang dapat meningkatkan efek antikoagulan
  • Alkohol — konsumsi alkohol bersamaan meningkatkan risiko hepatotoksisitas paracetamol secara signifikan
  • Isoniazid — meningkatkan risiko hepatotoksisitas; pantau fungsi hati
  • Rifampicin, fenitoin, fenobarbital, karbamazepin — menginduksi enzim CYP2E1; meningkatkan pembentukan metabolit hepatotoksik NAPQI
  • Metoklopramid — mempercepat absorpsi paracetamol
  • Kolestiramin — mengurangi absorpsi paracetamol jika diminum bersamaan

Detail Produk

Golongan ObatObat Bebas
Bentuk Sediaan
tabletsirup
Harga
Rp 500 – Rp 15.000
per strip (10 tablet)
Tersedia di JKN/BPJS Bebas tanpa resep
ManufakturAlphamol (Kimia Farma)
No. Reg. BPOM DBL7804003310A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu ruangan di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk, jauh dari kelembapan dan cahaya langsung.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Segera ke IGD jika terjadi overdosis, bahkan tanpa gejala berat (antidot N-asetilsistein efektif dalam 8-10 jam)
  • Kulit atau mata menguning (jaundice)
  • Nyeri perut kanan atas yang hebat dan tiba-tiba
  • Reaksi alergi berat (ruam luas, pembengkakan, sesak napas)
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

Referensi

  1. PIONAS BPOM
  2. MIMS Indonesia 2024
  3. ISO Indonesia Vol. 51
  4. WHO Essential Medicines List 2023
  5. British National Formulary (BNF) 2024

Tim Medis

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: April 17, 2026