

Acitral
Aluminium hydroxide, Magnesium hydroxide


Acitral Obat Apa?
Acitral adalah antasida kombinasi yang mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, digunakan untuk meredakan gejala hiperasiditas lambung seperti nyeri ulu hati, kembung, dan gejala refluks asam. Kombinasi kedua komponen ini menyeimbangkan efek samping konstipasi dan diare.
Dosis Acitral
Dewasa- Tablet: 1-2 tablet dikunyah 3-4 kali sehari, 1 jam setelah makan dan menjelang tidur
- Sirup: 10-20 mL (2-4 sendok takar) 3-4 kali sehari, 1 jam setelah makan dan menjelang tidur
- Dosis maksimum: 12 tablet atau 60 mL per hari
- Anak 6-12 tahun: 5-10 mL sirup 3 kali sehari
- Anak di bawah 6 tahun: hanya atas petunjuk dokter
- Lansia: gunakan dengan hati-hati, pantau kadar fosfat serum pada penggunaan jangka panjang
- Gagal ginjal: kontraindikasi pada gagal ginjal berat karena akumulasi aluminium dan magnesium
- Gagal hati: tidak diperlukan penyesuaian khusus
Aturan Pakai
Tablet harus dikunyah, bukan ditelan utuh, untuk efek optimal. Sirup dikocok terlebih dahulu sebelum diminum. Diminum 1-2 jam setelah makan atau saat gejala muncul. Jangan mengonsumsi antasida bersamaan dengan obat lain karena dapat mengganggu penyerapan.
Peringatan & Perhatian
- Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena risiko deplesi fosfat (hipofosfatemia) akibat aluminium yang mengikat fosfat di usus. Jangan melampaui dosis maksimum harian.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Aman
Dapat digunakan saat menyusui
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida
- Gagal ginjal berat
- Hipofosfatemia
- Kolostomi atau ileostomi (relatif)
- Obstruksi usus
Efek Samping Acitral
- Konstipasi ringan (dari komponen aluminium)
- Diare ringan (dari komponen magnesium)
- Rasa kapur di mulut
- Mual
Interaksi Obat
- Tetrasiklin, fluorokuinolon (ciprofloxacin), dan ketokonazol - antasida menurunkan absorpsi; berikan selang 2 jam
- Digoksin - antasida dapat mengurangi absorpsi digoksin
- Zat besi oral - absorpsi besi berkurang; berikan selang 2 jam
- Isoniazid - absorpsi isoniazid berkurang
- Ranitidin dan simetidin - absorpsi berkurang jika diberikan bersamaan
- Kortikosteroid - antasida dapat meningkatkan ekskresi kortikosteroid
Detail Produk
Mylanta (Johnson and Johnson)
Promag (Pfizer Consumer)
Antasida DOEN Generik
Magasida (Prafa)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, terlindung dari pembekuan (sediaan suspensi), jauhkan dari cahaya langsung.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Kelemahan otot berat atau kejang (tanda hipofosfatemia berat)
- Mual dan muntah berat yang tidak membaik
- Tanda-tanda gagal ginjal (penurunan urin, edema)
- Nyeri dada atau perut yang tidak membaik dengan antasida
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
- WHO Model Formulary 2023
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.