Acetyl

Acetylcysteine

Obat KerasAntidotumMukolitikRespirologi

Acetyl Obat Apa?

Acetyl mengandung acetylcysteine yang digunakan sebagai mukolitik untuk mengencerkan dahak pada gangguan saluran napas, serta sebagai antidotum pada keracunan paracetamol. Obat ini juga memiliki sifat antioksidan.

Dosis Acetyl

Dewasa
  • Mukolitik oral: 200 mg tiga kali sehari atau 600 mg sekali sehari (formula effervescent)
  • Antidotum IV (protokol 21 jam): loading dose 150 mg/kgBB dalam 200 mL D5% selama 60 menit, dilanjutkan 50 mg/kgBB dalam 500 mL selama 4 jam, kemudian 100 mg/kgBB dalam 1000 mL selama 16 jam
  • Profilaksis nefropati kontras: 600 mg dua kali sehari (hari sebelum dan hari prosedur)
Anak-Anak
  • Anak 6-14 tahun (mukolitik): 100-200 mg dua kali sehari
  • Anak 2-6 tahun: 100 mg dua atau tiga kali sehari
  • Anak di bawah 2 tahun: 100 mg dua kali sehari, hanya atas petunjuk dokter
  • Antidotum IV pada anak: dosis sama dengan dewasa (mg/kgBB)
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus
  • Gagal ginjal: gunakan dengan hati-hati, pantau fungsi ginjal
  • Gagal hati: dapat digunakan; justru bermanfaat pada hepatotoksisitas

Aturan Pakai

Tablet atau kapsul diminum dengan segelas air penuh, dapat bersama makanan untuk mengurangi mual. Sirup dikocok sebelum digunakan dan diukur dengan sendok takar. Larutkan serbuk effervescent dalam segelas air dan minum segera setelah larut. Sediaan injeksi hanya diberikan oleh tenaga medis.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Acetyl?
  • Untuk antidotum paracetamol, efektivitas optimal jika diberikan dalam 8-10 jam pertama setelah overdosis. Pemberian IV harus dilakukan dengan pemantauan ketat di fasilitas kesehatan karena risiko reaksi anafilaktoid.

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori B

Relatif aman, pantau dokter

Ibu Menyusui

Aman

Dapat digunakan saat menyusui

Mengemudi

Tidak Berpengaruh

Aman untuk mengemudi

Kontraindikasi

Jangan gunakan Acetyl pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap acetylcysteine
  • Riwayat asma bronkial berat (relatif; gunakan dengan sangat hati-hati)
  • Tukak lambung aktif (relatif, untuk sediaan oral)

Efek Samping Acetyl

  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Bau sulfur pada napas

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Antibiotik tetrasiklin, ampisilin, dan sefalosporin - inaktivasi jika dicampur dalam larutan yang sama; berikan terpisah minimal 2 jam
  • Nitrogliserin - kombinasi dapat menyebabkan hipotensi dan sakit kepala berat
  • Karbon aktif - menurunkan absorpsi acetylcysteine oral jika diberikan bersamaan
  • Obat antitusif - kombinasi dengan mukolitik tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan retensi sekret

Detail Produk

Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
TabletKapsulSirupInjeksi
Harga
Rp 5.000 – Rp 85.000
Perlu resep dokter
ManufakturAcetyl (Kalbe Farma)
Fluimucil (Zambon)
Mucopect (Boehringer)
N-Acetylcysteine Generik
Renxamin (Fahrenheit)
No. Reg. BPOM DKL0318510317A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, terlindung dari cahaya, jauhkan dari kelembapan.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Reaksi anafilaktoid saat infus IV (sesak napas, kemerahan wajah, hipotensi)
  • Bronkospasme berat
  • Tanda perdarahan tidak normal
  • Memburuknya kondisi pernapasan secara tiba-tiba
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

Referensi

  1. MIMS Indonesia 2024
  2. PIONAS BPOM
  3. ISO Indonesia Vol. 51
  4. WHO Guidelines on Management of Paracetamol Overdose
  5. British National Formulary (BNF) 2023
Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: April 14, 2026