Terapi Antimikroba; Penggolongan Obat dan Mekanismenya

Antimikroba atau antiinfeksi termasuk antiparasit adalah obat yang digunakan untuk terapi kondisi patologi yang disebabkan oleh karena terjadi infeksi mikroba atau invasi parasit. Antimikroba yang diuraikan meliputi natelmintik, antibakteri, antituberkulosis antileprotik, antifungi, antimalaria, antivirus, antiretroviral.

Antelmintik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi dan invasi cacin parasit nematoda, sestoda, dan trematoda, dalam berbagai bentuk penyakit infeksi yang ditimbulkan.

Dalam ISO edisi 49, obat kelas terapi antelmintik intestinal meliputi; albedazol, levamisol, mebendazol, piperazin sitrat, pirantel pamoat, antivilaria atau tepatnya antifilariasis adalah obat yang digunakan untuk terapi filariasis.

Antibakteri adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri, sistemik dan topikal dengan berbagai gejala sakit dan/atau kondisi patologi, baik klinik maupun non klinik, meliputi antibiotika dan sulfonamida.

Antibiotika adalah zat yang dihasilkan mikroba, terutama fungi dan berkhasiat dapat menghambat atau membasmi mikroba jenis lain. Antibiotika golongan penisilin yaitu: amoksisilin, ampisilin, fenoksimetil penisilin, fluksloksalsilin, kloksasilin, piperasilin, prokain bezilpenisilin, safoperazon, sulbaktam, sultamisilin, tazo-baktam.

Golongan aminoglikosida: amikasin sulfat, gentamisin sulfat, kanamisin, netilmisin sulfat, spektinomisin, tobramisin sulfat. Golongan kloranfenikol: kloranfenikol dan tiamfenikol. Golongan kuinolon: gatifloksasin, levoflokasasin, moksiflokasasin, norfloksasin, ofloksasin, pefloksasin, siprofloksasin, sparfloksasin.

Golongan makrolid meliputi azitromisin, eritromisin, klaritromisin, linkomisin, niomisin sulfat, polikmisin b sulfat, roksitromisin, spiramisin.

Golongan sefalospirin: sefadrin, sefadroksil, sefaklor, sefaleksin, sefalotin natrium, sefamandol natrat, sefazolin natrium, sefepim, sefiksim, sefodoksim proksetil, sefoperazon, sefotaksim, sefotiam, sefpirom sulfat, sefprozil, seftazidin, seftriakson natrium, seftriakson, sefuroksim, tetrasiklin, oksitetrasiklin.

Golongan tetarasiklin: doksisiklin, tetrasiklin, oksitetrasiklin. Golongan lain-lain: aztreonam, cilastatin, fosfomisin natrium, fosfomisin trometamol, imipenenm monohidrat, klindamisin, linezolid, linkomisin, meropenem trihidrat, metronidazol, nifuroksazid, nimorazol, paramomisin sulfat, piperasilin, seknidazol, sulfadiazin, sulfametoksazol, teikoplanin, tinidazol, trimetoprim, vankomisin.

Baca juga:  Testimoni Alumni Jurusan Farmasi: Suka Duka Kuliah di Farmasi

Antituberkulosis adalah obat yang dipakai untuk penyakit tuberkulosis, yaitu infeksi basil Mycobacterium tuberculosis, digunakan kombinasi etambutol, isoniazid, pirazinamid, rifampisin, streptomisin untuk jangka waktu tertentu. Melalui tahap intensif yang disusul tahap lanjutan.

Antileprotik adalah obat yang digunakan pada pasien dengan penyakit lepra karena infeksi basil Mycobacterium leprae. Obat yang dianjurkan adalah rifampisin.

Antifungi, antijamur atau antimikosis adalah obat yang digunakan untuk terapi mikosis patologi yang disebabkan oleh karena infasi jamur parasit yakni amfoterisin B, asam benzoate, asam salisilat, flukonazol, griseofulvin, itrakonazol, ketokonazol, metronidazol, mikafungin, mikonazol nitrat, nistatin, terbinafin, vorikonazol.

Antimalaria adalah obat yang digunakan untuk malaria. Yaitu infeksi parasit yang disebabkan plasmodium yakni artemeter, kinin etil karbonat, klorokuin fosfat, lumefantrin, pirimetamin, sulfadoksin.

Antivirus adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi, terutama yang disebabkan infeksi virus herpes dan human immunodeficiency virus (HIV) yakni: adevovir, asiklovir, atanazavir sulfat dipivoksil, didanosin entecavir, famsiklovir, interferon, lamifudin, methisoprinol, natrium fanganisiklovir, ribavirin, ritonavir, stavudin, telbivudin, timosian alpha, tromantadin, valasiklovir, valgansiklovir, zidovudin.

Tinggalkan komentar