Myfortic

Mycophenolate sodium (Mycophenolic acid)

Obat KerasAntirejeksi TransplantasiImunosupresan

Myfortic Obat Apa?

Myfortic adalah obat imunosupresan yang mengandung mycophenolate sodium dalam bentuk tablet salut enterik, diproduksi oleh Novartis Indonesia. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim inosine monophosphate dehydrogenase (IMPDH) sehingga menekan proliferasi limfosit B dan T untuk mencegah reaksi penolakan organ setelah transplantasi.

Dosis Myfortic

Dewasa
  • Transplantasi ginjal (profilaksis penolakan akut): 720 mg (2 tablet 360 mg) dua kali sehari, dimulai dalam 48 jam setelah transplantasi
  • Dosis total harian: 1.440 mg
  • Pasien yang sebelumnya menerima mycophenolate mofetil 2 g/hari: dapat digantikan dengan Myfortic 720 mg dua kali sehari
Anak-Anak
  • Anak usia 5-18 tahun: dosis dihitung berdasarkan luas permukaan tubuh (BSA) 400 mg/m2 dua kali sehari, maksimal 720 mg dua kali sehari
  • Anak di bawah 5 tahun: tidak diindikasikan
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: dosis maksimal 720 mg dua kali sehari dengan pemantauan ketat
  • Gagal ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis untuk gagal ginjal ringan-sedang pada pasien stabil pasca-transplantasi; pantau ketat pada gagal ginjal berat
  • Gagal hati berat: data terbatas, gunakan dengan hati-hati

Aturan Pakai

Myfortic diminum dalam keadaan perut kosong, yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Pada pasien transplantasi ginjal yang kondisinya sudah stabil, obat dapat diminum bersama makanan jika diperlukan. Telan tablet utuh dengan air putih, jangan dihancurkan, dikunyah, atau dibelah karena memiliki salut enterik. Minum pada waktu yang sama setiap hari.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Myfortic?
  • Jangan menghentikan atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter spesialis
  • Lakukan pemeriksaan hitung darah lengkap secara rutin (setiap minggu pada bulan pertama, kemudian berkurang frekuensinya)
  • Gunakan dua metode kontrasepsi efektif selama pengobatan dan 6 minggu setelah penghentian
  • Segera laporkan ke dokter jika terjadi tanda-tanda infeksi serius atau perubahan kondisi kesehatan

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori D

Berisiko, hindari jika bisa

Ibu Menyusui

Hindari

Tidak disarankan saat menyusui

Mengemudi

Tidak Berpengaruh

Aman untuk mengemudi

Kontraindikasi

Jangan gunakan Myfortic pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap mycophenolate sodium, mycophenolic acid, mycophenolate mofetil, atau komponen lainnya
  • Kehamilan (kategori D - teratogenik)
  • Defisiensi herediter hypoxanthine-guanine phosphoribosyltransferase (HGPRT)

Efek Samping Myfortic

  • Leukopenia (penurunan sel darah putih)
  • Diare dan gangguan saluran cerna (mual, muntah, nyeri perut)
  • Anemia dan trombositopenia
  • Infeksi oportunistik: infeksi saluran kemih, herpes zoster, kandidiasis oral
  • Limfoma dan keganasan lain (terutama kulit)
  • Sakit kepala dan kebingungan
  • Gangguan fungsi hati
  • Ulserasi, perdarahan, dan perforasi saluran cerna (jarang)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Siklosporin: penggunaan bersamaan merupakan bagian dari terapi standar transplantasi
  • Acyclovir, valacyclovir, ganciclovir, valganciclovir: meningkatkan kadar keduanya dalam darah
  • Antasida yang mengandung magnesium dan aluminium: mengurangi penyerapan myfortic
  • Kolestiramin: menurunkan kadar mycophenolate dalam darah
  • Kontrasepsi oral: mycophenolate dapat menurunkan kadar kontrasepsi oral, gunakan kontrasepsi alternatif
  • Rifampicin: menurunkan kadar mycophenolate dalam darah
  • Vaksin hidup: tidak boleh diberikan bersamaan

Detail Produk

Indikasi UmumMyfortic diindikasikan sebagai terapi kombinasi dengan siklosporin dan kortikosteroid untuk profilaksis penolakan akut organ transplant pada pasien penerima transplantasi ginjal allogenik. Myfortic juga digunakan sebagai bagian dari terapi penyakit autoimun seperti lupus nefritis.
KomposisiMycophenolic acid 180 mg atau 360 mg (sebagai mycophenolate sodium)
Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
Tablet
Rute Pemberian
Oral
PemerianTablet salut enterik berbentuk lonjong. Myfortic 180 mg berwarna hijau limau; Myfortic 360 mg berwarna jingga, keduanya dengan permukaan halus dan bertuliskan kode identitas tablet.
KemasanBlister @ 10 tablet salut enterik, Dus isi 5 blister x 10 tablet (50 tablet)
Harga
Rp 118.400 – Rp 406.000
Perlu resep dokter
ManufakturNovartis Indonesia (diimpor oleh PT Novartis Indonesia, diproduksi di Jerman)
No. Reg. BPOM DKI1700200315A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering, terlindung dari cahaya dan kelembaban, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Demam tinggi, menggigil, atau tanda-tanda infeksi serius yang tidak membaik
  • Munculnya lesi atau bercak mencurigakan di kulit (tanda kanker kulit)
  • BAB berdarah atau berwarna hitam, atau muntah darah
  • Penurunan drastis jumlah urin atau urin tidak keluar
  • Memar atau perdarahan tidak biasa tanpa sebab jelas (tanda trombositopenia)
  • Sesak napas parah atau nyeri dada
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

FAQ

Myfortic adalah obat imunosupresan yang digunakan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi ginjal, dan juga untuk penyakit autoimun seperti lupus nefritis.
Ya, Myfortic sebaiknya diminum saat perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan) untuk penyerapan optimal, kecuali dokter menyarankan lain.
Tidak. Tablet Myfortic harus ditelan utuh karena memiliki salut enterik yang penting untuk mekanisme kerjanya.
Myfortic termasuk kategori D dan bersifat teratogenik (membahayakan janin). Penggunaannya pada ibu hamil dikontraindikasikan.
Myfortic biasanya dikonsumsi jangka panjang seumur hidup selama organ transplantasi masih berfungsi, sesuai panduan dokter spesialis.

Referensi

  1. BPOM Indonesia. Assessment Report Myfortic. Diakses Mei 2026. https://registrasiobat.pom.go.id
  2. MIMS Indonesia 2024. Myfortic (Mycophenolate Sodium). https://www.mims.com/indonesia/drug/info/myfortic
  3. Halodoc. Myfortic 180 mg dan 360 mg. Diakses Mei 2026.
  4. Alomedika. Mycophenolate Sodium: Indikasi, Dosis, Efek Samping.
  5. FDA. Myfortic (mycophenolic acid) delayed-release tablets. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2010/050791s011lbl.pdf
  6. Drugs.com. Myfortic Dosage and Drug Information. Diakses Mei 2026. https://www.drugs.com/dosage/myfortic.html
  7. cekbpom.pom.go.id. Nomor Registrasi DKI1700200315A1

Tim Medis

Ditulis oleh

Foto Akmal Bahtiar, S.Si.

Penulis Konten

Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin

Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: Mei 18, 2026