Mometasone Furoate
Mometasone furoate
Mometasone Furoate Obat Apa?
Mometasone furoate adalah kortikosteroid topikal dan intranasal potensi tinggi yang digunakan untuk meredakan peradangan dan gejala alergi pada kulit maupun saluran napas atas. Tersedia dalam sediaan krim, salep, losion untuk kulit, serta semprotan hidung untuk rinitis alergi.
Dosis Mometasone Furoate
Dewasa- Topikal (krim/salep 0,1%): oleskan tipis pada area yang terkena 1x sehari
- Intranasal (rinitis alergi): 2 semprotan (100 mcg) di setiap lubang hidung 1x sehari; dosis pemeliharaan 1 semprotan (50 mcg) tiap lubang hidung 1x sehari
- Polip hidung: 2 semprotan (100 mcg) di setiap lubang hidung 2x sehari
- Asma (inhaler): 200-400 mcg 1x sehari (malam hari); maksimal 400 mcg 2x sehari pada kasus berat
- Topikal: anak usia 2 tahun ke atas, oleskan tipis 1x sehari; tidak lebih dari 3 minggu
- Intranasal (rinitis alergi): anak usia 2-11 tahun: 1 semprotan (50 mcg) di setiap lubang hidung 1x sehari; anak 12 tahun ke atas: sama seperti dewasa
- Asma (inhaler): anak 4-11 tahun: 100 mcg 1x sehari (sore hari); anak 12 tahun ke atas: sama seperti dewasa
- Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus, namun perhatikan kondisi kulit yang lebih tipis
- Gagal ginjal: tidak ada penyesuaian dosis khusus untuk sediaan topikal/intranasal
- Gagal hati: gunakan dengan hati-hati, bioavailabilitas sistemik dapat meningkat
Aturan Pakai
Topikal: bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati, lalu oleskan krim atau salep secara tipis dan merata 1 kali sehari. Hindari penggunaan di dekat mata, mulut, dan selaput lendir. Semprotan hidung: kocok botol sebelum digunakan, miringkan kepala sedikit ke depan dan semprot ke lubang hidung sambil menghirup perlahan melalui hidung. Inhaler: ikuti petunjuk penggunaan inhaler yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.
Peringatan & Perhatian
- Jangan menggunakan lebih dari dosis dan durasi yang dianjurkan
- Jangan menghentikan tiba-tiba pada penggunaan jangka panjang dosis tinggi; lakukan tapering bertahap di bawah pengawasan dokter
- Jangan menggunakan balutan oklusif di atas area yang diolesi tanpa instruksi dokter
- Evaluasi kembali jika tidak ada perbaikan setelah 2 minggu penggunaan
- Pada inhaler asma: berkumur dengan air setelah setiap penggunaan untuk mencegah kandidiasis oral
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Aman
Dapat digunakan saat menyusui
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap mometasone furoate atau komponen formula
- Infeksi kulit yang tidak diobati: infeksi bakteri, jamur, virus (termasuk herpes simplex, varicella) pada area aplikasi
- Rosacea, dermatitis perioral (pada sediaan topikal wajah)
- Tuberkulosis aktif atau infeksi jamur sistemik yang tidak diobati (pada sediaan inhalasi)
Efek Samping Mometasone Furoate
- Topikal: kulit kering, rasa terbakar atau perih ringan, gatal, atrofi kulit pada penggunaan lama
- Intranasal: mimisan, sakit kepala, iritasi hidung dan tenggorokan, faringitis
- Inhaler: kandidiasis oral (sariawan di mulut), sakit kepala, faringitis
- Supresi adrenal (pada penggunaan berlebihan atau jangka sangat panjang)
Interaksi Obat
- Penghambat CYP3A4 kuat (seperti ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, klaritromisin) dapat meningkatkan kadar mometasone sistemik dan risiko efek samping kortikosteroid
- Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid sistemik lain meningkatkan risiko supresi adrenal
- Vaksin virus hidup (pada penggunaan sistemik): hindari karena dapat mengurangi respons imun
Detail Produk
Semprotan hidung: botol 140 dosis (10 g)
Inhaler: 30 dosis, 60 dosis per perangkat
Mometasone Furoate Generik (berbagai produsen)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan dibekukan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Reaksi alergi berat: ruam parah, gatal-gatal meluas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, kesulitan bernapas
- Tanda infeksi baru pada area kulit yang diobati: kemerahan meningkat, bengkak, nyeri, keluar nanah
- Bronkospasme paradoksikal setelah penggunaan inhaler: mengi atau sesak napas yang justru memburuk
- Gejala supresi adrenal pada penggunaan jangka panjang berlebihan: lemas, penurunan berat badan, mual, dan pusing saat berdiri
- Kandidiasis oral parah setelah penggunaan inhaler
FAQ
Referensi
- MIMS Indonesia 2024. Mometasone Furoate. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mometasone%20furoate
- Drugs.com. Mometasone Furoate Topical Drug Information. Tersedia di: https://www.drugs.com/mometasone-topical.html
- DailyMed. Mometasone Furoate. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/
- BPOM RI. Cek BPOM. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
- ISO Indonesia Vol. 51
- PIONAS BPOM. Mometason. Tersedia di: http://pionas.pom.go.id
- Global Initiative for Asthma (GINA) Report 2024.
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.