Diometa

Dexamethasone

Obat KerasAnti-inflamasiAntialergiKortikosteroid

Diometa adalah obat golongan kortikosteroid sintetik yang mengandung dexamethasone, digunakan sebagai agen anti-inflamasi, antialergi, imunosupresan, dan antisyok yang sangat kuat untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, alergi, dan gangguan imunologi.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Mekanisme Kerja

Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik terfluorinasi dengan potensi sekitar 25-30 kali lebih kuat dibandingkan hidrokortison. Mekanisme kerjanya bersifat genomik: dexamethasone berikatan dengan reseptor glukokortikoid intraseluler, membentuk kompleks yang masuk ke nukleus sel dan memodulasi ekspresi gen. Efeknya meliputi penghambatan sintesis prostaglandin, leukotrien, dan sitokin proinflamasi (IL-1, IL-6, TNF-alfa), stabilisasi membran lisosomal, penghambatan kemotaksis neutrofil, dan supresi limfosit T. Efek imunosupresan terjadi melalui reduksi sel-sel imun di jaringan dan penghambatan produksi antibodi.

Bentuk & Sediaan

Bentuk sediaan
tablet
Kekuatan dosis tersedia
0.5 mg, 0.75 mg,
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
Diometa (Berlico Mulia Farma)
Dexamethasone Generik (berbagai produsen)
Decadrion (Organon)
Soldesam (Fahrenheit)

Dosis & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Dosis awal: 0.5-10 mg per hari dibagi dalam 2-4 kali pemberian sesuai kondisi
  • Multiple sklerosis: 160 mg per hari selama 1 minggu, dilanjutkan 64 mg per hari selama 1 bulan
  • Edema serebral: 10 mg IV/IM, lalu 4 mg tiap 6 jam
  • Setelah kondisi membaik, dosis dikurangi secara bertahap (tapering)

Dosis anak

  • Dosis anak disesuaikan berdasarkan berat badan: 0.02-0.3 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 kali pemberian
  • Pematangan paru janin: tidak berlaku untuk anak

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: gunakan dosis minimal efektif, waspadai risiko osteoporosis, hipertensi, dan diabetes
  • Gagal ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus, tetapi pantau ketat
  • Gagal hati berat: gunakan dengan hati-hati karena metabolisme dexamethasone di hati dapat terganggu
Cara pakai

Konsumsi tablet sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Bila kondisi mulai membaik, dokter akan mengurangi dosis secara bertahap (tapering off). Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang karena dapat menyebabkan insufisiensi adrenal.

Durasi pengobatan
Sesuai indikasi klinis dan keputusan dokter; terapi jangka pendek maupun jangka panjang dengan pengawasan ketat
Peringatan dosis

Jangan menghentikan terapi secara mendadak setelah penggunaan lebih dari 2 minggu — lakukan tapering off untuk menghindari krisis adrenal. Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko osteoporosis, hiperglikemia, katarak, dan supresi imun. Pantau tekanan darah, kadar gula darah, dan kepadatan tulang secara berkala.

Efek Samping

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Peningkatan nafsu makan dan berat badan
  • Retensi cairan dan natrium
  • Gangguan lambung (mual, dispepsia)
  • Insomnia
  • Perubahan suasana hati (euforia atau iritabilitas)

Jarang — 1–10% pasien

  • Hipertensi
  • Hiperglikemia
  • Akne steroid
  • Gangguan menstruasi
  • Kulit menipis dan mudah memar
  • Kelemahan otot

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Osteoporosis dan fraktur patologis
  • Sindrom Cushing
  • Katarak subkapsular posterior
  • Glaukoma
  • Nekrosis avaskular tulang (terutama kepala femur)
  • Krisis adrenal akibat penghentian mendadak
  • Hambatan pertumbuhan pada anak
  • Pankreatitis
  • Miiopati steroid berat
Segera ke dokter atau IGD jika:

Demam tinggi disertai tanda-tanda infeksi berat (imunosupresi menutupi gejala)
Nyeri dada atau sesak napas tiba-tiba
Nyeri tulang atau sendi berat
Perubahan penglihatan mendadak
Gejala psikiatrik berat (psikosis, kebingungan)

Kontraindikasi

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap dexamethasone atau kortikosteroid lain
  • Infeksi jamur sistemik
  • Herpes simplex pada mata
  • Tuberkulosis aktif tanpa pengobatan antituberkulosis
  • Psikosis atau gangguan psikiatrik berat
  • Ulkus peptikum aktif
  • Osteoporosis berat
Perhatian khusus

Gunakan dosis efektif minimum untuk waktu sesingkat mungkin. Pada penggunaan jangka panjang, pertimbangkan suplementasi kalsium dan vitamin D untuk mencegah osteoporosis. Pantau tekanan darah, kadar glukosa, berat badan, dan tanda infeksi secara berkala. Pasien dengan diabetes, hipertensi, atau ulkus peptikum memerlukan perhatian khusus. Laporkan ke dokter jika ada tanda-tanda infeksi karena kortikosteroid dapat menyamarkan gejala infeksi.

Keamanan saat menyusui
Hindari saat menyusui
Pengaruh terhadap mengemudi
Tidak berpengaruh pada kemampuan mengemudi

Interaksi Obat

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.

  • Antikoagulan oral (warfarin) — efek antikoagulan dapat berubah, pantau INR
  • Antidiabetik — dexamethasone meningkatkan kadar gula darah, perlu penyesuaian dosis
  • NSAID — meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan gastrointestinal
  • Diuretik — meningkatkan kehilangan kalium (hipokalemia)
  • Vaksin hidup — hindari pemberian vaksin hidup selama imunosupresi
  • Rifampisin, fenitoin, fenobarbital — menurunkan kadar dexamethasone melalui induksi enzim CYP3A4
  • Ketokonazol, itrakonazol — meningkatkan kadar dexamethasone

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Estimasi Harga

Rp 500 – Rp 5.000
Perlu resep dokter

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM
DKL0530916004A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
ISO Indonesia Vol. 51
MIMS Indonesia 2024
PIONAS BPOM
HonestDocs — Diometa
Gunawan SG dkk (2016) Farmakologi dan Terapi Edisi 6 FKUI
WHO Model Formulary 2023

Ditulis oleh

Foto Akmal Bahtiar, S.Si.
Penulis Konten

Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin

Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.

Ditinjau secara medis Terverifikasi ✓

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

BioFar.ID Diperbarui: