Bodrex Extra
Paracetamol, Kafein
Deskripsi & Manfaat
Bodrex Extra adalah analgesik-antipiretik kombinasi yang mengandung paracetamol 500 mg dan kafein 65 mg per tablet, digunakan untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Kafein sebagai ajuvan analgesik terbukti meningkatkan efektivitas paracetamol sekitar 40% dibandingkan paracetamol tunggal.
Dosis & Aturan Pakai
Dewasa
- Dewasa dan remaja usia 12 tahun ke atas: 1-2 tablet, 3 kali sehari (setiap 6-8 jam) sesuai kebutuhan
- Dosis maksimal: tidak melebihi 6 tablet per hari (setara 3000 mg paracetamol)
Anak-Anak
- Tidak diindikasikan pada anak di bawah usia 12 tahun
Lansia / Gangguan Organ
- Lansia: gunakan dosis terendah yang efektif; tidak melebihi 3000 mg paracetamol per hari
- Gangguan hati ringan-sedang: gunakan dengan hati-hati; monitor fungsi hati secara berkala
- Gangguan hati berat: kontraindikasi
- Gangguan ginjal berat (GFR di bawah 30 mL/menit): perpanjang interval pemberian menjadi setiap 8 jam atau kurangi dosis
Aturan Pakai
Telan tablet Bodrex Extra secara utuh dengan segelas air putih. Dapat diminum bersama makanan untuk mengurangi kemungkinan gangguan lambung. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Jangan menggunakan bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol untuk menghindari risiko overdosis. Batasi konsumsi minuman berkafein lain selama penggunaan.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap paracetamol, kafein, atau komponen lain dalam formulasi
- Gangguan fungsi hati berat (hepatic failure)
- Penggunaan bersamaan dengan alkohol dalam jumlah banyak
- Riwayat reaksi kulit berat akibat paracetamol seperti Stevens-Johnson Syndrome
Efek Samping
- Gangguan gastrointestinal ringan seperti mual pada dosis tinggi
- Hepatotoksisitas pada overdosis atau penggunaan jangka panjang dosis tinggi
- Reaksi hipersensitivitas (jarang): ruam kulit, urtikaria, dan agranulositosis
- Insomnia, gelisah, palpitasi, atau tremor akibat kandungan kafein
- Sakit kepala rebound pada penghentian mendadak penggunaan jangka panjang
Farmakologi Obat
Farmakodinamik
Paracetamol bekerja menghambat sintesis prostaglandin di sistem saraf pusat melalui inhibisi enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), terutama di hipotalamus, menghasilkan efek analgesik dan antipiretik tanpa efek antiinflamasi perifer yang bermakna. Kafein bertindak sebagai ajuvan analgesik dengan memblokir reseptor adenosin A1 dan A2 di otak, meningkatkan transmisi dopaminergik dan serotonergik, serta menyebabkan vasokonstriksi serebral yang membantu meringankan nyeri kepala tipe vaskuler. Sinergi keduanya menghasilkan efek analgesik yang lebih kuat dibandingkan paracetamol saja.
Farmakokinetik
Paracetamol diabsorpsi cepat dan hampir sempurna dari saluran gastrointestinal dengan bioavailabilitas oral 70-90%; kadar plasma puncak dicapai dalam 30-60 menit. Terdistribusi luas ke seluruh jaringan dengan ikatan protein plasma rendah (10-25%). Dimetabolisme di hati melalui konjugasi glukuronida (60%) dan sulfat (35%); metabolit reaktif NAPQI didetoksifikasi oleh glutation hepatik. Waktu paruh eliminasi 1-4 jam; diekskresikan melalui urin. Kafein diabsorpsi secara oral dengan cepat dan hampir lengkap; kadar plasma puncak dicapai dalam 15-45 menit; waktu paruh 3-5 jam. Dimetabolisme di hati oleh CYP1A2 menjadi paraxanthin, theobromine, dan theophylline, kemudian diekskresikan melalui urin.
Detail Produk
Komposisi
Paracetamol 500 mg, Kafein 65 mg, Ibuprofen.
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Bentuk Sediaan
Pemerian
Tablet bulat berwarna putih, permukaan halus rata, tidak berbau, dengan rasa sedikit pahit.
Kemasan
Strip 4 tablet, Dus 4 strip (16 tablet),
Harga
Manufaktur
PT Tempo Scan Pacific
No. Registrasi BPOM
DBL0512200133A1
Verifikasi di BPOM →
No. Sertifikasi Halal
-
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan terlindung dari cahaya, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
- British National Formulary (BNF) 2023
- Martindale: The Complete Drug Reference, 38th Ed.
- Jurnal Farmakoterapi Indonesia - Kafein sebagai Ajuvan Analgesik