Apixaban
Apixaban
Apixaban adalah antikoagulan oral golongan inhibitor faktor Xa langsung yang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tromboemboli vena serta pencegahan stroke pada fibrilasi atrium non-valvular.
Mekanisme Kerja
Apixaban bekerja dengan menghambat secara langsung, selektif, dan reversibel faktor Xa dalam kaskade koagulasi, baik yang bebas maupun yang terikat dalam kompleks prothrombinase. Inhibisi faktor Xa menghambat konversi protrombin menjadi trombin sehingga mencegah pembentukan bekuan darah tanpa mempengaruhi trombin yang sudah terbentuk.
Bentuk & Sediaan
Apixaban Generik (beberapa produsen)
Dosis & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Fibrilasi atrium non-valvular: 5 mg 2x sehari (atau 2,5 mg 2x sehari jika memenuhi 2 dari 3 kriteria: usia 80 tahun atau lebih, berat badan 60 kg atau kurang, kreatinin serum 1,5 mg/dL atau lebih)
- DVT/PE akut: 10 mg 2x sehari selama 7 hari, kemudian 5 mg 2x sehari
- Pencegahan rekurensi VTE: 2,5 mg 2x sehari setelah minimal 6 bulan terapi
- Profilaksis VTE pasca operasi sendi: 2,5 mg 2x sehari selama 10-35 hari
Dosis anak
- Tidak diindikasikan pada anak di bawah 18 tahun (data keamanan dan efektivitas belum cukup).
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia dengan usia 80 tahun atau lebih: pertimbangkan penurunan dosis pada fibrilasi atrium sesuai kriteria dosis
- Gagal ginjal ringan-sedang (CrCl 15-50 mL/menit): penyesuaian dosis pada fibrilasi atrium sesuai kriteria; untuk indikasi lain tidak diperlukan penyesuaian
- Gagal ginjal berat (CrCl kurang dari 15 mL/menit) atau dialisis: gunakan dengan sangat hati-hati, data terbatas
- Gagal hati berat (Child-Pugh C): kontraindikasi
- Gagal hati ringan-sedang (Child-Pugh A-B): gunakan dengan hati-hati
Apixaban dapat diminum bersama atau tanpa makanan. Telan tablet utuh dengan air putih. Jika dosis terlewat, minum sesegera mungkin pada hari yang sama; jangan menggandakan dosis di hari berikutnya. Jangan menghentikan konsumsi tanpa instruksi dokter karena dapat meningkatkan risiko stroke. Untuk pasien yang tidak dapat menelan, tablet dapat dihancurkan dan dicampur air atau jus apel dan diminum segera.
Hentikan penggunaan minimal 24-48 jam sebelum prosedur invasif atau pembedahan elektif. Tidak ada antidot yang tersedia secara rutin di Indonesia; tangani perdarahan berat dengan tindakan suportif. Hati-hati pemberian ganda dengan obat antikoagulan atau antiplatelet lain.
Efek Samping
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Perdarahan ringan (memar, epistaksis, perdarahan gusi)
- Mual
- Anemia
Jarang — 1–10% pasien
- Hematuria
- Perdarahan rektum atau gastrointestinal ringan
- Peningkatan enzim hati (ALT, AST)
- Trombositopenia ringan
Langka namun serius (<1% pasien)
- Perdarahan intrakranial
- Perdarahan retroperitoneal
- Perdarahan intraokular
- Reaksi hipersensitivitas berat (angioedema, anafilaksis)
Perdarahan yang tidak berhenti setelah 10-15 menit penekanan langsung
Muntah darah atau BAB hitam seperti ter (perdarahan GI berat)
Sakit kepala mendadak yang hebat, kelemahan separuh tubuh, atau gangguan bicara (kemungkinan perdarahan intrakranial)
Nyeri dada mendadak atau sesak napas berat
Kontraindikasi
- Perdarahan aktif yang signifikan secara klinis
- Lesi atau kondisi yang berisiko tinggi perdarahan mayor (ulkus peptikum aktif, neoplasma intrakranial)
- Gangguan hati berat (Child-Pugh C) atau koagulopati terkait penyakit hati
- Hipersensitivitas terhadap apixaban
- Kehamilan dan menyusui
Apixaban tidak memerlukan pemantauan INR rutin, namun pemantauan fungsi ginjal dan hati secara berkala tetap dianjurkan. Hentikan minimal 24-48 jam sebelum prosedur invasif risiko rendah dan 48-72 jam sebelum prosedur risiko tinggi. Perhatian khusus pada pasien lansia, berat badan rendah (kurang dari 60 kg), dan pasien dengan gangguan ginjal. Tidak direkomendasikan pada pasien dengan katup jantung mekanik atau stenosis mitral reumatik.
Interaksi Obat
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.
- Rifampisin — menurunkan kadar apixaban hingga 54% melalui induksi P-gp dan CYP3A4, hindari kombinasi
- Ketokonazol, itrakonazol — meningkatkan kadar apixaban hingga 2 kali lipat, hindari kombinasi
- Aspirin dosis tinggi dan NSAID — meningkatkan risiko perdarahan secara signifikan
- Antikoagulan lain (heparin, warfarin, rivaroxaban) — meningkatkan risiko perdarahan, hindari kombinasi rutin
- Antidepresan SSRI/SNRI — meningkatkan risiko perdarahan
- Karbamazepin, fenitoin — menurunkan kadar apixaban, hindari kombinasi
- Verapamil, diltiazem — meningkatkan kadar apixaban secara moderat, pantau tanda perdarahan
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan antara 20-25 derajat Celsius, jauhkan dari kelembapan dan cahaya langsung, simpan dalam kemasan asli tertutup rapat.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Estimasi Harga
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
ISO Indonesia Vol. 51
PIONAS BPOM
Pedoman Tata Laksana Fibrilasi Atrium PERKI 2020
ESC Guidelines for Atrial Fibrillation 2023
British National Formulary (BNF) 2024
CHEST Guideline on Antithrombotic Therapy for VTE 2021