Amlodipine
Amlodipine besilate
Amlodipine Obat Apa?
Amlodipine adalah obat penurun tekanan darah yang bekerja dengan menghambat saluran kalsium di dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah lebih rileks dan jantung tidak perlu memompa terlalu keras. Obat ini diresepkan untuk hipertensi dan nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah koroner (angina).
Dosis Amlodipine
Dewasa- Hipertensi: dosis awal 5 mg sekali sehari, dapat dinaikkan menjadi 10 mg sekali sehari setelah 7-14 hari jika tekanan darah belum turun cukup
- Angina stabil dan angina vasospastik: 5 hingga 10 mg sekali sehari
- Anak usia 6-17 tahun (hipertensi): 2,5 mg sekali sehari sebagai dosis awal, maksimal 5 mg per hari
- Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan
- Lansia: mulai dari 2,5 mg sekali sehari, naikkan perlahan sambil memantau tekanan darah dan tanda-tanda edema
- Gagal hati: mulai dari 2,5 mg sekali sehari, titrasi dengan sangat hati-hati karena eliminasi obat melambat
- Gagal ginjal: tidak perlu penyesuaian dosis
Aturan Pakai
Minum amlodipine sekali sehari, boleh sebelum atau sesudah makan karena makanan tidak mengubah cara obat ini diserap. Telan tablet utuh dengan segelas air. Usahakan minum di jam yang sama setiap hari agar kadar obat dalam darah tetap stabil. Jika lupa minum, segera minum begitu ingat, kecuali sudah mendekati jadwal dosis berikutnya. Jangan dobel dosis untuk mengganti yang terlewat.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Alergi (hipersensitivitas) terhadap amlodipine atau golongan dihydropyridine lainnya
- Syok kardiogenik
- Stenosis aorta berat yang bergejala
- Ibu menyusui (data keamanan belum cukup, sebaiknya dihindari)
Efek Samping Amlodipine
- Bengkak di kaki dan pergelangan kaki (edema perifer)
- Muka dan leher terasa panas atau memerah (flushing)
- Pusing, terutama saat berdiri tiba-tiba
- Sakit kepala
- Jantung berdebar (palpitasi)
- Kelelahan dan lemas
- Mual atau ketidaknyamanan di perut
Interaksi Obat
- Simvastatin: kadar simvastatin dalam darah meningkat dan risiko kerusakan otot (miopati) bertambah. Dosis simvastatin sebaiknya tidak melebihi 20 mg per hari saat dikombinasikan
- Siklosporin dan tacrolimus: konsentrasi kedua obat ini dapat naik signifikan, perlu pemantauan ketat
- Inhibitor CYP3A4 kuat (ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, klaritromisin): meningkatkan kadar amlodipine dalam darah
- Induktor CYP3A4 (rifampisin, fenobarbital, fenitoin): menurunkan efektivitas amlodipine
- Obat antihipertensi lain: efek penurunan tekanan darah bisa bertambah, pantau tanda-tanda hipotensi
- Sildenafil dan sejenisnya: risiko tekanan darah turun mendadak
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering, terlindung dari cahaya matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM. Amlodipin: Informasi Obat Nasional Indonesia. Tersedia di: http://pionas.pom.go.id/monografi/amlodipin
- Drugs.com. Amlodipine: Drug Information. Tersedia di: https://www.drugs.com/amlodipine.html
- DailyMed. Amlodipine Besylate: Prescribing Information. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov
- Whelton PK, et al. 2017 ACC/AHA Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure. J Am Coll Cardiol. 2018;71(19):e127-e248
- PERHI. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi Indonesia 2021
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.