Allopurinol 100mg
Allopurinol
Allopurinol Obat Apa?
Allopurinol 100mg adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat darah secara jangka panjang dengan cara menghambat kerja enzim xantin oksidase, sehingga pembentukan asam urat berkurang. Obat ini digunakan untuk mencegah serangan gout berulang, mengurangi risiko batu ginjal urat, serta mengatasi hiperurisemia akibat kemoterapi.
Dosis Allopurinol
Dewasa- Gout dan hiperurisemia ringan-sedang: 100-300 mg per hari dosis tunggal atau terbagi, diberikan setelah makan.
- Gout berat atau tofi: 400-600 mg per hari dalam dosis terbagi.
- Dosis awal yang dianjurkan: 100 mg per hari, ditingkatkan bertahap setiap 1-3 minggu berdasarkan kadar asam urat serum.
- Dosis maksimum: 800 mg per hari.
- Pencegahan hiperurisemia akibat kemoterapi: 600-800 mg per hari selama 2-3 hari, dimulai 1-2 hari sebelum kemoterapi.
- Anak 6-10 tahun (hiperurisemia sekunder akibat keganasan): 100 mg 3 kali sehari, disesuaikan dengan respons kadar asam urat.
- Anak di atas 10 tahun: 200-400 mg per hari dalam dosis terbagi.
- Penggunaan pada anak di bawah 6 tahun tidak direkomendasikan untuk indikasi umum.
- Dosis harus ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan dan kondisi klinis.
- Lansia: Mulai dengan dosis terendah (100 mg/hari) dan tingkatkan perlahan; pantau fungsi ginjal secara berkala karena penurunan fungsi ginjal terkait usia.
- Gangguan ginjal ringan (eGFR 60-90 mL/min): 200-300 mg per hari.
- Gangguan ginjal sedang (eGFR 30-60 mL/min): 100-200 mg per hari.
- Gangguan ginjal berat (eGFR 10-30 mL/min): 100 mg per hari atau 100 mg setiap 2 hari.
- Gangguan ginjal sangat berat (eGFR < 10 mL/min): 100 mg setiap 3 hari atau lebih jarang; gunakan dengan sangat hati-hati.
- Gangguan hati: Gunakan dengan hati-hati; pemantauan fungsi hati dianjurkan. Belum ada panduan dosis penyesuaian spesifik yang ditetapkan.
Aturan Pakai
Telan tablet allopurinol secara utuh dengan segelas air putih yang banyak (minimal 200 mL) setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Minum banyak air sepanjang hari (minimal 2-3 liter per hari) untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Jika menggunakan satu kali sehari, minum pada waktu yang sama setiap harinya. Jangan menghentikan atau mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter, meskipun tidak ada serangan gout yang terjadi. Efek penurunan kadar asam urat baru terlihat setelah beberapa minggu penggunaan rutin.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap allopurinol atau komponen lain dalam sediaan.
- Serangan gout akut yang sedang berlangsung (jangan mulai terapi saat serangan akut).
- Pasien yang pernah mengalami reaksi hipersensitivitas berat (SJS, TEN, DRESS) akibat allopurinol sebelumnya.
- Pasien dengan genotipe HLA-B*58:01 positif (kontraindikasi relatif kuat, terutama pada populasi Asia).
Efek Samping Allopurinol
- Ruam kulit (eksantema makulopapular): efek samping paling umum, segera hentikan dan hubungi dokter jika terjadi.
- Mual, muntah, dan gangguan pencernaan.
- Diare.
- Nyeri kepala.
- Serangan gout akut pada awal terapi (mobilisasi deposit urat).
- Peningkatan enzim hati (ALT/AST) bersifat sementara.
- Kantuk dan rasa lelah.
- Reaksi hipersensitivitas berat (sindrom Stevens-Johnson/SJS, nekrolisis epidermal toksik/TEN, DRESS): jarang terjadi tetapi mengancam jiwa; hentikan obat segera jika muncul lepuhan kulit, luka di mulut, atau demam tinggi disertai ruam.
Interaksi Obat
- Azatioprin dan Merkaptopurin: allopurinol menghambat metabolisme kedua obat ini sehingga kadar dan toksisitasnya meningkat drastis; dosis azatioprin/merkaptopurin harus dikurangi hingga 25-33% dari dosis biasa.
- Warfarin (antikoagulan): allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh warfarin dan meningkatkan risiko perdarahan; pantau INR secara ketat.
- Amoksisilin dan Ampisilin: kombinasi meningkatkan risiko ruam kulit (eksantema) secara bermakna.
- Siklofosfamid dan agen kemoterapi lain: allopurinol dapat meningkatkan toksisitas sumsum tulang.
- Diuretik tiazid (hidroklotiazid): meningkatkan risiko reaksi hipersensitivitas allopurinol, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal.
- ACE inhibitor (kaptopril, enalapril): meningkatkan risiko reaksi hipersensitivitas.
- Siklosporin: allopurinol meningkatkan kadar siklosporin dalam darah.
- Difenil hidantoin (fenitoin): allopurinol dapat menghambat metabolisme fenitoin.
- Klorpropamid: allopurinol dapat memperpanjang efek hipoglikemik klorpropamid pada pasien gangguan ginjal.
Detail Produk
PT Indofarma (Persero) Tbk
PT Dexa Medica
PT Hexpharm Jaya
PT Bernofarm
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu kamar (15-30°C), jauhkan dari cahaya langsung dan kelembaban tinggi, simpan dalam kemasan aslinya, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- PIONAS BPOM. Allopurinol. Pusat Informasi Obat Nasional BPOM RI. Tersedia di: https://pionas.pom.go.id
- MIMS Indonesia 2024. Allopurinol Drug Information. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/allopurinol
- Drugs.com. Allopurinol: Drug Information, Dosage, Side Effects. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://www.drugs.com/allopurinol.html
- DailyMed (NIH). Allopurinol Tablet Label. [Diakses Mei 2026]. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/search.cfm?query=allopurinol
- ISO Indonesia Vol. 51. ISFI Penerbitan, Jakarta.
- Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA). Rekomendasi Pengelolaan Artritis Gout, 2018.
- Khanna D, et al. 2012 American College of Rheumatology Guidelines for Management of Gout. Arthritis Care & Research 2012;64(10):1431-46.
- Fitzpatrick LA, et al. HLA-B*58:01 and allopurinol-induced severe cutaneous adverse reactions in Asian populations. NEJM 2011;364:1126-1133.
- BPOM RI. Cek BPOM. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.