Normudal
Loperamide Hydrochloride
Normudal Obat Apa?
Normudal adalah obat keras yang mengandung loperamide HCl 2 mg, diproduksi oleh Combiphar Indonesia. Obat ini digunakan untuk mengobati diare akut non-spesifik dan diare kronik dengan cara memperlambat motilitas usus sehingga mengurangi frekuensi BAB dan meningkatkan konsistensi tinja.
Indikasi Normudal
- Diare akut non-spesifik pada dewasa dan anak
- Diare kronik yang berhubungan dengan penyakit radang usus
- Diare kronik akibat reseksi usus atau ileostomi
- Sindrom iritasi usus besar (IBS) tipe diare
- Pengurangan volume tinja pada pasien dengan ileostomi
Dosis Normudal
Dewasa- Diare akut: dosis awal 4 mg (2 tablet), kemudian 2 mg setelah tiap BAB cair; maksimal 16 mg/hari
- Diare kronik: 4-8 mg/hari dalam dosis terbagi; maksimal 16 mg/hari
- Hentikan bila tidak ada perbaikan klinis setelah 48 jam pada diare akut
- Anak 4-8 tahun: 1 mg 3-4 kali sehari; maksimal 3 hari (hanya atas petunjuk dokter)
- Anak 9-12 tahun: 2 mg 4 kali sehari; maksimal 5 hari (hanya atas petunjuk dokter)
- Anak di bawah 2 tahun: kontraindikasi
- Anak 2-4 tahun: hanya atas rekomendasi dokter spesialis
- Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus; pantau kondisi klinis secara ketat
- Gangguan hati: gunakan dengan hati-hati; pantau tanda toksisitas sistem saraf pusat
- Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis
Aturan Pakai
Telan tablet secara utuh dengan segelas air, dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Minum banyak cairan atau larutan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Jangan menghancurkan atau membelah tablet. Hentikan penggunaan dan segera konsultasikan dokter bila diare tidak membaik dalam 48 jam atau bila muncul tanda dehidrasi.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi 16 mg (8 tablet) per hari dalam situasi apa pun. Loperamide hanya bersifat simptomatik dan bukan pengganti terapi rehidrasi oral pada kasus diare berat dengan dehidrasi. Hentikan segera bila terjadi distensi abdomen, ileus, atau konstipasi berat karena risiko megakolon toksik. Penggunaan bersamaan dengan penghambat P-glikoprotein dapat meningkatkan kadar plasma loperamide secara signifikan dan berisiko kardiotoksik.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap loperamide atau komponen obat
- Anak di bawah usia 2 tahun
- Disentri akut yang ditandai dengan demam tinggi dan tinja berdarah
- Kolitis ulserativa akut
- Enterokolitis bakterial akibat Salmonella, Shigella, atau Campylobacter
- Kolitis pseudomembranosa yang berhubungan dengan penggunaan antibiotik
- Kondisi di mana penghambatan peristaltik harus dihindari (distensi abdomen, ileus)
Efek Samping Normudal
- Sembelit
- Kram atau nyeri perut
- Pusing
- Mengantuk
- Mual
- Mulut kering
Interaksi Obat
- Quinidine — meningkatkan kadar plasma loperamide melalui hambatan P-glikoprotein, risiko kardiotoksik
- Ritonavir — meningkatkan kadar plasma loperamide secara signifikan, risiko overdosis
- Ketoconazole — meningkatkan kadar plasma loperamide
- Erythromycin — meningkatkan kadar plasma loperamide
- Cimetidine dan ranitidine — meningkatkan kadar plasma loperamide
- Diltiazem — meningkatkan kadar plasma loperamide
- Spironolactone — meningkatkan kadar plasma loperamide
- Alkohol — peningkatan efek sedatif dan depresi sistem saraf pusat
Detail Produk
Imodium (Janssen-Cilag)
Lopamid (Harsen Laboratories)
Lodia (Kalbe Farma)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruang (20-30 derajat Celsius) di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya langsung.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Diare tidak membaik atau memburuk setelah 48 jam
- Kembung atau distensi abdomen yang bertambah berat
- Demam tinggi atau terdapat darah atau lendir dalam tinja
- Tanda dehidrasi berat (sangat haus, kulit kering, urin sedikit dan gelap)
- Pingsan, detak jantung tidak teratur, atau henti jantung mendadak (overdosis)
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.