

Carbidu 0,5 Dexamethasone
Deksametason 0,5 mg


Carbidu 0,5 Dexamethasone Obat Apa?
Carbidu 0,5 adalah obat kortikosteroid yang mengandung deksametason 0,5 mg, digunakan untuk menekan reaksi peradangan dan respons imun berlebih pada berbagai kondisi medis.
Dosis Carbidu 0,5 Dexamethasone
Dewasa- Dosis awal umum: 0,75 mg hingga 9 mg per hari (setara 1,5 hingga 18 tablet 0,5 mg), dibagi dalam 2 hingga 4 kali pemberian, tergantung pada beratnya kondisi.
- Kondisi ringan hingga sedang: 0,5 mg hingga 1,5 mg per hari (1 hingga 3 tablet), dibagi dalam beberapa dosis.
- Kondisi berat atau akut: dapat diberikan hingga 3 mg hingga 9 mg per hari sesuai petunjuk dokter.
- Dosis pemeliharaan: diturunkan secara bertahap hingga dosis efektif terendah sesuai respons klinis pasien.
- Anak usia 1 tahun ke atas: 0,02 mg/kg BB hingga 0,3 mg/kg BB per hari, dibagi dalam 3 hingga 4 dosis, sesuai petunjuk dokter.
- Bayi dan anak di bawah 1 tahun: penggunaan harus di bawah pengawasan ketat dokter spesialis.
- Lansia: gunakan dosis efektif terendah karena risiko efek samping (osteoporosis, hiperglikemia, hipertensi) lebih tinggi; pemantauan berkala dianjurkan.
- Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus, namun pemantauan kondisi pasien tetap diperlukan.
- Gangguan hati berat: gunakan dengan hati-hati karena metabolisme obat dapat terpengaruh; konsultasikan dengan dokter.
Aturan Pakai
Tablet diminum melalui mulut (oral) bersama air minum yang cukup. Sebaiknya diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Dosis dan lama penggunaan harus sesuai petunjuk dokter. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang karena dapat menyebabkan insufisiensi adrenal; dosis harus diturunkan secara bertahap.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap deksametason atau komponen obat lainnya
- Infeksi jamur sistemik yang tidak diobati
- Infeksi bakteri, virus, atau parasit aktif tanpa terapi antimikroba yang memadai
- Pemberian vaksin virus hidup selama terapi kortikosteroid dosis tinggi
- Ulkus peptikum aktif
Efek Samping Carbidu 0,5 Dexamethasone
- Peningkatan nafsu makan dan berat badan
- Gangguan tidur (insomnia)
- Gangguan pencernaan (mual, nyeri lambung)
- Retensi cairan dan edema
- Peningkatan kadar gula darah
- Perubahan suasana hati (mood swing)
- Kelemahan otot
- Jerawat atau perubahan kulit
- Berkeringat berlebih
Interaksi Obat
- Antikoagulan oral (Warfarin): deksametason dapat mengurangi atau meningkatkan efek antikoagulan, perlu pemantauan INR.
- Antidiabetik oral dan Insulin: deksametason meningkatkan kadar gula darah sehingga mengurangi efek obat antidiabetik; perlu penyesuaian dosis.
- NSAID (Aspirin, Ibuprofen): meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan saluran cerna.
- Rifampisin, Fenitoin, Fenobarbital: mempercepat metabolisme deksametason sehingga mengurangi efektivitasnya.
- Eritromisin, Ketokonazol: menghambat metabolisme deksametason sehingga meningkatkan kadar dan efek sampingnya.
- Vaksin hidup (campak, BCG, polio oral): risiko infeksi serius akibat imunosupresi.
- Diuretik (Furosemid, Tiazid): meningkatkan risiko hipokalemia.
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- PIONAS BPOM RI - Deksametason (pionas.pom.go.id)
- MIMS Indonesia - Dexamethasone Monograph (mims.com/indonesia)
- ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia Volume Terkini
- Keputusan Kepala BPOM tentang Penggolongan Obat Keras
- Farmakologi dan Terapi, Edisi 6, Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI
- British National Formulary (BNF) - Dexamethasone
- WHO Model Formulary - Corticosteroids
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.