Alegi obat

Alegi

Dexamethasone, Dexchlorpheniramine Maleate

Obat KerasAntialergiAntihistaminKortikosteroid

Alegi Obat Apa?

Alegi adalah obat keras kombinasi yang diproduksi oleh Lapi Laboratories, mengandung dexamethasone 0,5 mg (kortikosteroid sintetis) dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg (antihistamin generasi pertama). Kombinasi ini bekerja secara sinergis: dexamethasone menekan respons inflamasi dan imun yang berlebihan, sementara dexchlorpheniramine memblokir reseptor histamin H1 untuk meredakan gejala alergi seperti gatal, biduran, dan bersin-bersin. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dan pengawasan dokter.

Dosis Alegi

Dewasa
  • Dosis umum: 1 tablet, 3 kali sehari (setara dexamethasone 1,5 mg/hari)
  • Dosis dapat disesuaikan oleh dokter berdasarkan keparahan kondisi
  • Setelah gejala terkontrol, dokter biasanya akan menurunkan dosis secara bertahap
  • Dosis maksimum harian: 3 tablet (1,5 mg dexamethasone/hari) untuk penggunaan jangka pendek
Anak-Anak
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet, 3 kali sehari
  • Anak 2-6 tahun: 1/4 tablet, 3 kali sehari (atau sesuai anjuran dokter)
  • Anak di bawah 2 tahun: tidak dianjurkan kecuali atas pertimbangan dokter spesialis
  • Dosis anak harus selalu ditetapkan oleh dokter berdasarkan berat badan dan kondisi klinis
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: mulai dari dosis terkecil yang efektif dengan pemantauan ketat terhadap efek samping kortikosteroid
  • Gangguan fungsi hati: gunakan dengan hati-hati; dexamethasone dimetabolisme di hati
  • Gangguan fungsi ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis rutin, namun pantau keseimbangan cairan dan elektrolit
  • Diabetes mellitus: pantau kadar gula darah secara ketat; mungkin diperlukan penyesuaian dosis antidiabetik
  • Hipertensi: pantau tekanan darah secara berkala selama terapi

Aturan Pakai

Alegi diminum bersama atau sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Telan tablet utuh atau dapat dibelah dua dengan segelas air putih. Minum pada waktu yang sama setiap harinya. Jangan menghentikan penggunaan secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama bila sudah digunakan lebih dari 7-10 hari berturut-turut, karena dapat menyebabkan gejala putus obat kortikosteroid. Hanya gunakan sesuai dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Alegi?
  • Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba setelah penggunaan lebih dari 7-10 hari; dosis harus diturunkan bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter
  • Tapering schedule umum: kurangi dosis 0,5-1 mg setiap 3-7 hari tergantung durasi dan dosis terapi
  • Jangan menggunakan lebih dari 3 tablet per hari atau lebih dari dosis yang diresepkan
  • Hindari penggunaan kortikosteroid jangka panjang (lebih dari 2 minggu) tanpa pengawasan dokter
  • Informasikan ke tenaga medis tentang penggunaan Alegi sebelum tindakan pembedahan atau prosedur medis
  • Hentikan penggunaan minimal 48 jam sebelum uji kulit alergi (skin prick test)

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori C

Hati-hati, risiko belum jelas

Ibu Menyusui

Hindari

Tidak disarankan saat menyusui

Mengemudi

Berpengaruh

Jangan mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan gunakan Alegi pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap dexamethasone, dexchlorpheniramine maleate, atau komponen formula lainnya
  • Infeksi jamur sistemik yang tidak terkontrol
  • Infeksi virus aktif (herpes simpleks, varisela/cacar air, herpes zoster)
  • Infeksi bakteri aktif tanpa terapi antibiotik yang adekuat
  • Tuberkulosis aktif yang tidak mendapat terapi antituberkulosis
  • Glaukoma sudut tertutup yang tidak terkontrol
  • Retensi urin akibat obstruksi uretra atau hiperplasia prostat berat
  • Tukak lambung atau usus dua belas jari aktif
  • Psikosis berat atau depresi berat yang tidak terkontrol
  • Penggunaan bersamaan dengan vaksin hidup
  • Bayi prematur atau neonatus (karena kandungan benzil alkohol dalam beberapa sediaan)
  • Ibu menyusui (dexamethasone masuk ke ASI dan dexchlorpheniramine dapat menekan produksi ASI)

Efek Samping Alegi

  • Efek samping dari komponen dexchlorpheniramine (antihistamin):
  • Kantuk dan sedasi (sangat umum, efek khas antihistamin generasi pertama)
  • Mulut kering, pandangan kabur, sulit buang air kecil (efek antikolinergik)
  • Pusing dan gangguan koordinasi
  • Konstipasi
  • Efek samping dari komponen dexamethasone (kortikosteroid), terutama penggunaan jangka panjang:
  • Peningkatan nafsu makan dan berat badan
  • Retensi cairan dan edema
  • Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia)
  • Peningkatan tekanan darah
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Perubahan suasana hati (mood swings)
  • Osteoporosis (pada penggunaan jangka panjang)
  • Supresi adrenal dan penurunan imunitas (penggunaan jangka panjang)
  • Tukak lambung atau perforasi saluran cerna (terutama bila dikombinasikan dengan NSAID)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • NSAID (ibuprofen, aspirin, diklofenak): meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan saluran cerna
  • Antidiabetik oral dan insulin: dexamethasone meningkatkan kadar gula darah sehingga mengurangi efektivitas obat diabetes
  • Antikoagulan (warfarin): dexamethasone dapat mengubah efek antikoagulan; perlu pemantauan INR
  • Rifampisin, fenitoin, fenobarbital, karbamazepin: mempercepat metabolisme dexamethasone sehingga mengurangi efektivitasnya
  • Ketokonazol, itrakonazol, eritromisin: menghambat metabolisme dexamethasone dan meningkatkan toksisitasnya
  • Diuretik tiazid dan loop (furosemide): meningkatkan risiko hipokalemia (kadar kalium rendah)
  • Antihipertensi: dexamethasone dapat mengurangi efek obat penurun tekanan darah
  • Vaksin hidup (BCG, varisela, MMR): dexamethasone menekan imunitas sehingga meningkatkan risiko infeksi dari vaksin hidup
  • Alkohol dan obat penekan SSP (sedatif, hipnotik, opioid): memperkuat efek sedasi dari dexchlorpheniramine
  • Inhibitor MAO: memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik dexchlorpheniramine
  • Antidepresan trisiklik: efek antikolinergik saling memperkuat (mulut kering, retensi urin, konstipasi)
  • Simetidin: dapat meningkatkan kadar dexchlorpheniramine dalam plasma

Detail Produk

Indikasi UmumAlegi diindikasikan untuk penanganan jangka pendek berbagai kondisi alergi yang membutuhkan terapi kortikosteroid dikombinasikan dengan antihistamin, meliputi: rinitis alergi berat, urtikaria (biduran) akut dan kronik yang tidak responsif terhadap antihistamin tunggal, dermatitis alergi dan dermatitis atopik, reaksi hipersensitivitas terhadap obat atau gigitan serangga, angioedema (pembengkakan jaringan bawah kulit akibat alergi), serta konjungtivitis alergi. Penggunaan harus selalu berdasarkan penilaian dan resep dokter.
KomposisiDexamethasone 0,5 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg
Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
Tablet
Rute Pemberian
Oral
PemerianTablet berbentuk bulat pipih, permukaan halus berwarna putih hingga putih kekuningan, tidak berbau khas, dengan salah satu sisi berlekuk atau polos sesuai varian kemasan. Tablet mudah dipatahkan menjadi dua bagian untuk penyesuaian dosis anak.
KemasanStrip (10 tablet), Dus (10 strip @ 10 tablet)
Harga
Rp 1.500 – Rp 35.000
Perlu resep dokter
ManufakturLapi Laboratories
No. Reg. BPOM GKL9605401010A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung dan kelembaban; jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Tanda-tanda krisis adrenal (setelah penghentian mendadak): mual dan muntah hebat, nyeri perut parah, kelemahan otot ekstrem, penurunan kesadaran — segera ke IGD
  • Reaksi alergi berat / anafilaksis: sesak napas mendadak, pembengkakan wajah atau tenggorokan, tekanan darah turun drastis — hubungi layanan darurat segera
  • Perdarahan saluran cerna: muntah darah atau feses berwarna hitam seperti aspal
  • Infeksi berat yang tidak biasa: demam tinggi, luka yang tidak sembuh, infeksi oportunistik (akibat imunosupresi)
  • Gangguan penglihatan mendadak: nyeri pada mata, penglihatan buram (risiko glaukoma atau katarak)
  • Penurunan kesadaran atau kejang
  • Pembengkakan tungkai, sesak napas, dan tekanan darah sangat tinggi (tanda retensi cairan berat)
  • Gejala psikosis: halusinasi, paranoia, atau perubahan perilaku drastis
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

FAQ

Alegi dari Lapi Laboratories adalah obat kombinasi kortikosteroid dan antihistamin yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi yang membutuhkan penanganan lebih kuat, seperti biduran berat, rinitis alergi parah, dermatitis alergi, dan angioedema. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dokter.
Ya, Alegi mengandung dexchlorpheniramine maleate yang merupakan antihistamin generasi pertama dengan efek sedasi kuat. Rasa kantuk adalah efek samping yang sangat umum. Hindari mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau aktivitas yang memerlukan konsentrasi penuh saat mengonsumsi obat ini.
Tidak dianjurkan. Kandungan dexamethasone (kortikosteroid) pada Alegi berpotensi menimbulkan efek samping serius bila digunakan jangka panjang, seperti osteoporosis, supresi adrenal, diabetes, dan penurunan daya tahan tubuh. Penggunaan harus sesingkat mungkin dan selalu di bawah pengawasan dokter.
Dexamethasone dalam Alegi masuk kategori kehamilan C, artinya ada potensi risiko terhadap janin berdasarkan studi pada hewan. Penggunaan pada ibu hamil hanya dipertimbangkan bila manfaatnya jauh melebihi risiko, dan harus atas rekomendasi dokter yang merawat.

Referensi

  1. BPOM RI. Informasi Produk Alegi — Lapi Laboratories. Diakses Mei 2026. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
  2. PIONAS BPOM. Deksametason. Tersedia di: http://pionas.pom.go.id/monografi/deksametason
  3. PIONAS BPOM. Dekskloorfeniramin Maleat. Tersedia di: http://pionas.pom.go.id/monografi/dekskloorfeniramin-maleat
  4. MIMS Indonesia 2024. Dexamethasone + Dexchlorpheniramine. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia
  5. Drugs.com. Dexamethasone: Drug Information, Dosage, Side Effects. Diakses Mei 2026. Tersedia di: https://www.drugs.com/dexamethasone.html
  6. Drugs.com. Dexchlorpheniramine: Drug Information. Diakses Mei 2026. Tersedia di: https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
  7. DailyMed — U.S. National Library of Medicine. Dexamethasone Label. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/
  8. Medscape Drug Reference. Dexamethasone (Rx). Diakses Mei 2026. Tersedia di: https://reference.medscape.com/drug/dexamethasone-intensol-dexamethasone-342741
  9. ISO Indonesia Vol. 51. ISFI Penerbitan, Jakarta.
  10. Katzung BG. Basic and Clinical Pharmacology. 15th ed. McGraw-Hill; 2021. Chapter: Corticosteroids & Antihistamines.

Tim Medis

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: Mei 6, 2026