Acpulsif
Cisapride monohydrate
Acpulsif Obat Apa?
Acpulsif adalah obat prokinetik yang digunakan untuk mengatasi gangguan motilitas saluran pencernaan, termasuk gastroparesis, refluks esofagitis, dan dispepsia. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kecepatan pengosongan lambung dan memperkuat sfingter esofagus bagian bawah.
Dosis Acpulsif
Dewasa- Dosis awal: 5 mg, 3-4 kali sehari, 15 menit sebelum makan dan sebelum tidur
- Dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg per pemberian jika diperlukan
- Dosis maksimal: 40 mg per hari
- Anak usia lebih dari 1 bulan: 0,2 mg/kg BB, 3-4 kali sehari; dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 0,8 mg/kg BB per hari dan tidak melebihi 20 mg per hari; dosis per pemberian tidak melebihi 5 mg
- Neonatus (usia 0-1 bulan): kontraindikasi
- Lansia: gunakan dengan pemantauan ketat, risiko aritmia meningkat; lakukan evaluasi EKG sebelum dan selama terapi
- Gagal ginjal sedang-berat: kurangi dosis hingga setengah dari dosis harian yang direkomendasikan; pantau fungsi ginjal
- Gagal hati: kurangi dosis hingga setengah dari dosis harian yang direkomendasikan
Aturan Pakai
Minum tablet Acpulsif 15 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam dengan segelas air putih. Telan tablet utuh, jangan dihancurkan atau dikunyah. Hindari konsumsi jus jeruk grapefruit bersamaan karena dapat meningkatkan kadar cisapride dalam darah. Jangan melebihi dosis maksimal 40 mg per hari.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis 40 mg per hari pada dewasa. Cisapride memiliki risiko perpanjangan interval QT yang dapat menyebabkan aritmia fatal
- pastikan tidak ada faktor risiko kardiovaskular sebelum memulai terapi. Overdosis dapat menyebabkan sesak napas, tremor, palpitasi, dan koma.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap cisapride atau eksipien
- Neonatus (usia 0-1 bulan)
- Perdarahan, perforasi, atau obstruksi mekanik saluran cerna
- Penggunaan bersamaan penghambat CYP3A4 kuat: antijamur azole (ketoconazole, itraconazole, fluconazole, miconazole), antibiotik makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin), ritonavir, lopinavir, nefazodone
- Penggunaan bersamaan obat yang memperpanjang interval QT: quinidine, amiodarone, sotalol, antidepresan trisiklik
- Riwayat aritmia ventrikel, takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, torsades de pointes
- Perpanjangan interval QT yang sudah ada
- Hipokalemia atau hipomagnesemia yang tidak terkoreksi
- Gagal jantung dekompensata
- Penyakit jantung iskemik
Efek Samping Acpulsif
- Diare
- Sakit kepala
- Mual
- Nyeri perut dan kram
- Borborigmus (suara perut)
Interaksi Obat
- Ketoconazole, itraconazole, fluconazole — meningkatkan kadar cisapride secara signifikan, risiko perpanjangan QT fatal
- Eritromisin, azitromisin, klaritromisin — menghambat metabolisme cisapride via CYP3A4, meningkatkan risiko aritmia
- Ritonavir, lopinavir (antiretroviral HIV) — menghambat CYP3A4, konsentrasi cisapride meningkat berbahaya
- Quinidine, amiodarone, sotalol — efek aditif perpanjangan interval QT
- Amitriptyline, haloperidol — meningkatkan risiko aritmia
- Benzodiazepine dan alkohol — cisapride memperkuat efek sedatif
- Antikoagulan (warfarin) — cisapride dapat memperpanjang waktu protrombin
- Antikolinergik (atropin, tiotropium) — efek antagonis terhadap motilitas saluran cerna cisapride
- Cimetidine, ranitidine — cisapride mempercepat absorpsi kedua obat ini
- Jus jeruk grapefruit — meningkatkan bioavailabilitas cisapride, hindari bersamaan
Detail Produk
Guarposid (PT. Guardian Pharmatama)
Pridesia (PT. Prafa)
Cisapride Monohydrate Generik
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi)
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Nyeri dada yang tiba-tiba
- Pingsan atau kehilangan kesadaran
- Kulit atau mata menguning (ikterus)
- Reaksi alergi berat: bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- Alomedika: Farmakologi dan Efek Samping Cisapride, 2024
- Drugs.com Propulsid (Cisapride) 2023
- Medscape Cisapride 2024
- ISO Indonesia Vol. 51
- Acosta A & Camilleri M. Prokinetics in gastroparesis. Gastroenterology Clin N Am. 2015;44(1):97-111
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.